alexametrics

Alasan di Balik Telegram Pelarangan Media Tampilkan Arogansi Polisi

6 April 2021, 19:32:32 WIB

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah mencabut Surat Telegram Rahasia terkait larangan media menampilkan aksi arogan anggota polisi. Sebelum dibatalkan, kebijakan tersebut menuai banyak krtitik dari berbagai pihak.

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono mengatakan, telegram tersebut awalnya hanya ditujukan untuk internal Polri. Di mana Mabes Polri memberikan petunjuk dan arahan kepada pengemban fungsi humas di wilayah. Dengan begitu, mereka bisa bekerja lebih profesional lagi dan lebih humanis.

Hal itu sejalan dengan tugas pokok Polri sesuai pasal 13 Undang-Undang kepolisian. Yakni tugas pokok sebagai pemelihara kamtibmas, penegak hukum, pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat.

“Tetapi, dalam proses ini berjalan banyak multitafsir masyarakat. Dan tentunya, tafsir-tafsir ini Polri sangat menghargai dan sangat memahami,” kata Rusdi di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/4).

Lebih lanjut, Rusdi menegaskan, telegram itu hanya bersifat internal. Tidak ditujukan bagi pihak manapun di luar struktur Polri. Termasuk kalangan media massa.

“Polri sangat menghargai tugas-tugas yang dilakukan oleh rekan-rekan di bidang jurnalistik. Akan tetapi dalam prosesnya ternyata menimbulkan penafsiran yang berbeda. Oleh karena itu, Mabes Polri telah mengeluarkan STR 759 yang isinya surat telegram 750 tersebut dibatalkan,” jelasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan




Close Ads