alexametrics

BMKG Prediksi Musim Kemarau Merata Mulai Juli

6 Maret 2019, 18:58:40 WIB

JawaPos.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau mulai terjadi pada April, Mei, dan Juni 2019. Musim kemarau kemudian akan merata di 80 persen wilayah Indonesia pada Juli mendatang.

Deputi Klimatologi BMKG Herizal merincikan, kemarau tahun ini dimulai di Pulau Sumatera, yaitu Aceh pada Januari-Februari. Kemudian, kemarau juga dirasakan di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Maret, lalu di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan Jawa Timur pada April. 

“Di bulan Mei (musim kemarau terjadi) di seluruh Jawa, dan Juni di Sumatera, Kalimantan, dan Juli di Sulawesi. Jadi nanti bulan Juli sudah 80 persen wilayah kita musim kemarau,” ujarnya saat menggelar konferensi pers di kantor BMKG, Jakarta Pusat, Rabu (6/3).

Menurutnya, musim kemarau ditandai dengan adanya peralihan angin Monsun Baratan (Monsun Asia) ke angin Monsun Timuran (Monsun Australia).

Peredaran angin Monsun tersebut dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada Maret, lalu di wilayah Bali, dan Jawa pada April, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei. Monsun Australia sepenuhnya akan dominan di wilayah Indonesia pada Juni hingga Agustus.

Adapun dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 79 ZOM atau 23,1 persen diprediksi akan mengawali musim kemarau pada April yaitu di sebagian wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Jawa.

Sementara sebanyak 99 ZOM atau 28,9 persen memasuki musim kemarau pada Mei meliputi sebagian Bali, Jawa, Sumatera, dan sebagian Sulawesi.

Sedangkan 96 ZOM atau 28,1 persen memulai musim kemarau pada Juni yaitu di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Menurut Herizal, puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus dan September mendatang. Oleh sebab itu, daerah titik panas diminta waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Secara umum puncak kemarau 2019 diprediksi akan terjadi pada bulan Agustus-September 2019. Maka daerah-daerah yang mengalami musim kemarau lebih kering diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dan perhatian ekstra terutama yang rawan kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Yesika Dinta



Close Ads
BMKG Prediksi Musim Kemarau Merata Mulai Juli