alexametrics

Puan Minta Penyelamatan Warga dari Musibah Erupsi Semeru Diutamakan

5 Desember 2021, 07:23:56 WIB

JawaPos.com–Ketua DPR Puan Maharani minta pemerintah bersama instansi terkait memprioritaskan atau mengutamakan penyelamatan warga yang terdampak dari erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur.

”Keprihatinan mendalam kami haturkan kepada warga Jawa Timur, khususnya Kabupaten Lumajang yang tengah diterpa bencana,” kata Puan seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Minggu (5/12).

Untuk meminimalisir korban jiwa, dia mendorong pemerintah agar segera melakukan tanggap darurat. Pemerintah daerah harus mengoptimalkan koordinasi dengan BPBD, TNI/Polri, dan berbagai lembaga/instansi lain.

”Utamakan penyelamatan warga terdampak gunung meletus terutama di sekitar Gunung Semeru yang terjebak di rumahnya,” ujar Puan.

Warga Desa Curah Kobokan, Lumajang, di lereng Gunung Semeru dilaporkan membutuhkan bantuan. Warga yang tak sempat keluar dari desa saat erupsi terjadi dan berlindung di masjid membutuhkan evakuasi.

”Kerahkan tim SAR terdekat untuk mengevakuasi warga. Hal ini harus menjadi prioritas,” ucap Puan.

Selain itu, lanjut dia, logistik hingga perlengkapan medis juga harus tersedia bagi warga yang menjadi korban letusan Semeru. Pemerintah daerah perlu menyiapkan pengungsian yang nyaman bagi warga khususnya untuk balita, anak-anak, lansia, serta ibu hamil dan menyusui.

Erupsi Gunung Semeru kali ini disebut lebih besar dibandingkan 2020. Erupsi yang terjadi menyebabkan warga merasakan hujan kerikil dan lumpur. Selain itu, erupsi Semeru juga membuat dua kecamatan di Lumajang dalam kondisi gelap gulita.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR Novita Wijayanti meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dan cepat dalam menangani erupsi Gunung Semeru.

”Saya turut prihatin dengan musibah erupsi Gunung Semeru. Saya minta BNPB dan BPBD segera koordinasi dan bekerja sama memberikan bantuan tanggap darurat,” tutur Novita.

Gunung Semeru mengalami erupsi. Erupsi diawali getaran banjir lahar atau guguran awan panas menyebabkan sekitar titik lokasi gelap akibat kabut abu vulkanik.

”Bantuan tanggap darurat ini harus segera diberikan kepada daerah yang terdampak terutama Lumajang dan sekitarnya,” papar Novita.

Dia mengaku mendapat informasi kondisi di Lumajang gelap gulita karena abu vulkanik. Masyarakat yang dievakuasi butuh tempat tidur yang layak, selimut, dan makanan.

”Saya juga diberitahu di beberapa desa terdapat masyarakat yang terjebak dan masih berlindung di masjid. Ini perlu segera dievakuasi,” ujar Novita.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads