alexametrics

CVR Belum Ditemukan, Basarnas-BPPT Rancang Strategi Baru

5 November 2018, 09:40:12 WIB

JawaPos.com – Salah satu rekaman penting pesawat Lion Air, yakni cockpit voice recorder (CVR), belum ditemukan hingga kemarin. Padahal, sinyal VCR yang menjadi salah satu bagian black box itu sempat terdeteksi. Sedangkan flight data recorder (FDR) sudah bisa diunduh dan sedang diteliti di KNKT.

Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT M. Ilyas menuturkan, hingga petang kemarin sebenarnya masih terdeteksi ping dari CVR. Penyelam yang membawa ping locator masih mendengarkan suara tersebut. Namun, mereka ternyata kesulitan untuk memastikan lokasinya.

“Kemungkinan besar penyebabnya karena dasar air yang berlumpur. Selain itu, banyak reruntuhan dan arus bawah yang cukup kuat pada jam-jam tertentu,” kata Ilyas kepada Jawa Pos melalui pesan pendek.

CVR Belum Ditemukan, Basarnas-BPPT Rancang Strategi Baru
KRI Rigel yang dikerahkan untuk mencari korban dan puing-puing pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Karawang. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

Dia mengungkapkan, pihaknya kini menyusun rencana lanjutan dengan tim gabungan Basarnas, KNKT, dan TNI-AL. Pencarian CVR itu akan menggunakan ping locator, penyelaman, dibantu dengan ROV dan transponder dari Kapal Riset Baruna Jaya I. “Selalu optimis (tiga hari selesai, Red),” ungkap dia.

Ilyas menambahkan, lemahnya sinyal bisa disebabkan banyak hal. Bisa karena terbenam di lumpur atau tertimpa reruntuhan pesawat. “Maka itu, kami angkat satu per satu bagian-bagian yang besar. Harapannya, sinyal ping bisa didengar lebih jelas,” terang dia

Kemarin juga diputuskan bahwa pencarian dan evakuasi korban diperpanjang tiga hari. Fokus utamanya adalah mencari jenazah korban yang berada tak jauh dari lokasi utama puing-puing pesawat yang jatuh pada Senin lalu (29/10). Jenazah korban juga dicari di pantai dari Tanjung Pakis sampai Pantai Sedari, Karawang, sepanjang 20,24 kilometer.

Syaugi menuturkan, perpanjangan masa pencarian dan evakuasi itu diambil karena diduga masih banyak jenazah yang belum ditemukan. Sepanjang pagi hingga Sabtu malam, total ada 31 kantong jenazah yang dibawa ke dermaga JICT. Kemarin hingga pukul 18.00 ada tambahan 32 kantong jenazah lagi.

“Target utama adalah evakuasi korban. Itu yang utama. Setelah itu, baru CVR untuk menambah kelengkapan, untuk menguak penyebab (kecelakaan, Red),” ujar Syaugi.

Saat disinggung anggaran yang telah dihabiskan untuk sepekan terakhir, dia enggan menjelaskan dengan detail. “Saya tidak berbicara anggaran, kita dukung operasi ini sampai tuntas. Negara bertanggung jawab untuk pelaksanaan ini,” tambah dia. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (jun/tau/idr/c10/oni)

Copy Editor :

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
CVR Belum Ditemukan, Basarnas-BPPT Rancang Strategi Baru