alexametrics

Gatot: Andai TNI-Polri Dibenturkan, Presiden Akan Kehilangan 2 Tangan

5 Oktober 2019, 18:08:17 WIB

JawaPos.com – Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo meminta agar TNI dan Polri tetap menjaga kekompakan, dan menghindari pertikaian. Terutama jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. Pada momen seperti itu biasanya kerap muncul pihak yang berupaya mengadu domba.

Bagi Gatot, TNI dan Polri berjalan berdampingan. Ibarat kata, polisi merupakan tangan kanan presiden dalam upaya penegakkan hukum, sedangkan TNI tangan kiri yang bertugas menangani darurat militer.

“Dua-duanya memiliki peran penting bagi berbangsa dan bernegara dan jangan mau dibenturkan. Kalau dibenturkan maka presiden akan kehilangan kedua tangannya,” ujar Gatot setelah menghadiri HUT ke-74 TNI di Lanud Militer Halim Perdanakusuma, Jakrta Timur, Sabtu (5/10).

Pada hari jadi ke-74 ini, Gatot meminta seluruh prajurit TNI melakukan introspeksi dan evaluasi diri. Pertama terkait ucapan, sikap, dan tindakan. Mereka harus tetap berpegang teguh pada sapta marga TNI.

Kedua, lanjut Gatot, prajurit harus mengevaluasi setiap tugas yang dijalankan apakah sudah berorientasi kepada kemaslahatan bangsa dan rakyat. Sebab, tema ‘TNI Profesional Kebanggaan Rakyat’ tidak akan berarti apapun tanpa 2 syarat tersebut.

“Maka pesan saya buatlah yang terbaik, berani tulus dan ikhlas untuk bangsa dan rakyatnya. Apabila pimpinanmu tidak memujimu teruslah kamu bekerja keras dengan motivasi tinggi untuk menjaga tetap kokoh persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Sebagai prajurit, Gatot menilai tidak boleh gila hormat. Cukup menunjukkan kerja yang baik. Dan, menyerahkan penilaian kepada rakyat. “Rakyat pasti akan melihat profesionalisme dan bangga,” pungkasnya.

TNI hari ini, Sabtu (5/10) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74. Acara dilangsungkan di Pangkalan Udara (Lanud) Militer Halim Perdanakusuma, Jakarta. HUT Ke-74 TNI Tahun 2019 mengusung tema ‘TNI Profesional Kebanggaan Rakyat’. Upacara peringatan dimulai pukul 08.00 WIB. Bertindak selaku Komandan Upacara adalah Asops Dankormar Kolonel Mar Y. Rudy Sulistyanto.

Kekuatan pasukan parade berjumlah 6.806 personel terdiri dari lambang-lambang kesatuan 60 personel. Kekuatan pasukan defile dan alutsista terdiri dari Defile POM TNI (48 personel, 24 unit alutsista), Defile Matra Darat (1.172 personel, 415 unit alutsista), Defile Matra Laut (522 personel, 116 unit alutsista), Defile Matra Udara (259 personel, 58 unit alutsista). Defile dipimpin oleh Kolonel Inf Sachono (Dirbinsismet Pusterad) selaku komandan defile.

Sedangkan demonstrasi ketrampilan prajurit terdiri dari Kolone Senapan, Bela Diri Militer, dan Tari Perang Garuda, Terjun Payung, Demo Udara (Fly Pass, BTU, Tempur Udara & Composite Strike, Jupiter Aerobatic, Boms Burst). Adapun pesawat udara yang dikerahkan dalam rangka HUT ke-74 TNI Tahun 2019 berjumlah 157 unit milik TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads