alexametrics

Pakai Dana Operasional 13,7 Persen, Ibnu: ACT Bukan Lembaga Zakat

5 Juli 2022, 10:21:19 WIB

JawaPos.com – Aksi Cepat Tanggap (ACT) membukukan jumlah sumbangan sebesar Rp 519 miliar pada periode 2020. Dari seluruh dana yang terkumpul, ACT mengaku rata-rata 13,7 persen digunakan untuk operasional.

“Rata-rata operasional untuk gaji karyawan 2017-2021 rata-rata yang kami ambil 13,7 persen,” kata Presiden ACT, Ibnu Khajar, Selasa (5/7).

ACT menggunakan dana operasional dari jumlah sumbangan berpedoman kepada syariat zakat yakni boleh digunakan 12,5 persen. Namun, jika pemakaian dana operasional semakin kecil, maka lebih baik.

“Kalau alokasi lembaga zakat 12,5 persen, kenapa sampai lebih karena ACT bukan lembaga zakat, ada donasi umum, CSR, ada sedekah umum, ada alokasi dana zakat, sehingga untuk mengalokasikan program, maka diperlukan dana operasional lebih banyak,” jelas Ibnu.

Dana operasional ACT sendiri diambil dari sumbangan non zakat. Sebelumnya, muncul dugaan penyelewengan dana oleh ACT. Dalam laporan yang diterbitkan majalah nasional, menyebutkan jika pendiri ACT, Ahyudin mendapat gaji sampai dengan rp 250 juta per bulan. Selain itu, Ahyudin juga mendapat fasilitas operasional berupa 1 unit Toyota Alphard, Mitsubishi Pajero, dan Honda C-RV.

Sedangkan untuk jabatan di bawah Ahyudin juga mendapat gaji yang fasilitas yang tak kalah mewah. Para petinggi ACT juga disebut-sebut mendulang cuan dari anak perusahaan ACT. Uang miliaran rupiah diduga mengalir ke keluarga Ahyudin untuk kepentingan pribadi, seperti pembelian rumah, pembelian perabot rumah.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:

Alur Cerita Berita

Lihat Semua