alexametrics

Kinerja Industri Pariwisata di Kawasan Wisata Mandalika

5 Juli 2022, 08:00:36 WIB

JawaPos.com – Pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata berkontribusi untuk meningkatkan devisa, membuka lapangan pekerjaan baru dan memiliki sifat multiplier effect yang artinya keadaan dimana perkembangan pariwisata mampu memengaruhi sektor-sektor lain yang mampu mewujudkan kesejateraan masyarakat serta peningkatan ekonomi.

Pariwisata sebagai suatu sektor kehidupan, telah mengambil peran penting dalam pembangunan perekonomian bangsa-bangsa di dunia, khususnya dalam dua dekade terakhir. Ini ditunjukkan dengan meningkatnya kesejahteraan ekonomi bangsa-bangsa di dunia yang semakin baik dan maju.

Sebagai bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pulau Lombok memiliki potensi wisata budaya dan wisata alam yang sangat mendukung pengembangan pembangunan pariwisata di Lombok. Destinasi pariwisata di Pulau Lombok yang sudah cukup dikenal yaitu kawasan wisata Senggi di Kabupaten Lombok Barat, kawasan wisata di Kabupaten Lombok Utara yaitu Trio Gili yang terdiri dari Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.

Sedangkan kawasan wisata di Kabupaten Lombok Tengah yaitu kawasan wisata Mandalika. Di Kabupaten Lombok Tengah pada kurun waktu 2017-2019 telah terjadi peningkatan kesejahteraan namun tingkat pertumbuhan kesejahteraan mengalami penurunan. Oleh karena itu, fenomena ini menjadi bagian yang menarik dan penting untuk dikaji dimana di Kabupaten Lombok Tengah telah dibangun kawasan wisata Mandalika dengan dasar pertimbangan dari fakta perkembangan kawasan wisata yang belum menunjukan hasil maksimum, namun karena dikembangkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Destinasi Wisata Prioritas yang diharapkan dapat menjadi trigger (pemicu) terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya yang mana harapannya adalah untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Tosun (2006) tipe ideal partisipasi masyarakat dalam pariwisata adalah partisipasi spontan, artinya keterlibatan komunitas lokal dalam kegiatan pariwisata dilakukan secara sukarela berdasarkan gagasan dan motivasi dari komunitas itu sendiri.

Hal ini menunjukan bahwa partisipasi komunitas lokal menjadi optimal apabila memiliki akses pengetahuan dan kemampuan mengatur sumber daya pariwisata serta motivasi keterlibatan komunitas lokal dalam pengembangan pariwisata dilakukan secara sukarela.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : ARM

Saksikan video menarik berikut ini: