Diisukan Ada Upaya Suap, Dewas KPK Pastikan Profesional di Sidang Lili

5 Juli 2022, 09:48:58 WIB

JawaPos.com – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menggelar sidang dugaan pelanggaran kode etik terhadap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Sidang dugaan pelanggaran kode etik itu terkait penerimaan tiket nonton MotoGP Mandalika dan fasilitas penginapan mewah yang diduga diterima Lili Pintauli Siregar.

“Majelis etik akan sidang. Sidang etik tertutup,” kata Anggota Dewas KPK Albertina Ho dikonfirmasi, Selasa (5/7).

Dewas KPK memastikan akan menyidangkan secara profesional, meski ada opini dugaan penyuapan Lili agar tidak disidang etik. Anggota Dewas KPK Harjono mengaku baru mengetahui dugaan penyuapan dari pemberitaan media massa.

“Kami baru tahu dari meedia sosial soal adanya usaha untuk suap Dewas,” ucap Harjono.

Harjono pun memastikan, pihaknya tidak akan mengonfirmasi soal kabar penyuapan tersebut. Karena Dewas KPK belum mempunyai bukti terkait dugaan suap tersebut. Pasalnya, Beredar kabar, Lili mendapat bantuan dari pihak PT. Pertamina mengumpulkan uang sebesar USD 200 ribu atau sekitar Rp 3 miliar agar kasus dugaan penerimaan gratifikasi nonton MotoGP Mandalika tidak masuk ke tahap sidang kode etik.

“Kan sidang itu kasus balap motor Mandalika. Dugaan suap belum ada bukti-bukti atau pengaduan. Tanpa itu kita tidak bisa periksa,” tegas Harjono.

Sebagaimana diketahui, Lili dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik karena menerima fasilitas mewah. Dugaan etik itu terkait Lili Pintauli menerima fasilitas nonton MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Lili diduga mendapatkan fasilitas menonton MotoGP sejak 18 sampai 20 Maret 2022 pada Grandstand Premium Zona A-Red. Selain itu, Lili juga mendapatkan fasilitas menginap di Amber Lombok Resort pada 16 Maret sampai 22 Maret 2022.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: