alexametrics

Kata Cak Imin Saat Jadi Menaker TKA Tidak Banyak

5 Mei 2018, 19:05:02 WIB

JawaPos.com – Indonesia saat ini diduga telah dibanjiri oleh tenaga kerja asing (TKA). Mereka pun bekerja sebagai tenaga kerja kasar. Namun gajinya lebih besar dari pekerja lokal.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar pun ikut mengomentari permasalahan TKA tersebut. Saat menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), TKA tidak banyak seperti sekarang.

Tenaga Kerja Asing
Ilustrasi tenaga kerja asing yang bekerja di sebuah proyek (Dok.JawaPos.com)

“Enggak. Enggak ramai (TKA),” ujar pria yang akrab disapa Cak Imin di sela-sela Milad PP Pemuda Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Sabtu (5/5).

Cak Imin pun menyarankan kepada Menteri Tenaga Kerja (Menaker) yang juga kadernya, Hanif Dhakiri untuk tetap mengutamakan tenaga kerja lokal ketimbang pekerja asing.

“Yang paling prinsip jangan sampai mengganggu rekruitmen tenaga kerja dalam negeri,” katanya.

Sekadar informasi, Komisioner Ombudsman, Laode Ida menemukan TKA yang bekerja di Indonesia mendapat bayaran jauh lebih tinggi ketimbang pekerja lokal.

Bahkan kata mantan Wakil Ketua DPD ini, gaji pekerja asing tersebut lebih tinggi tiga kali lipat dari tenaga kerja lokal.

Kata dia, hal ini berdasarkan dari investigasi Ombudsman pada Juni-Desember 2017 yang dilakukan di Jakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Sumatera Utara dan Kepulauan Riau, didapatkan sopir TKA bisa mendapatkan upah Rp 15 juta. Sedangkan pekerja lokal kisaran gaji hanya Rp 5 juta.

Editor : Kuswandi

Reporter : (gwn/JPC)


Close Ads
Kata Cak Imin Saat Jadi Menaker TKA Tidak Banyak