alexametrics

Di Hadapan Jokowi, Ketua KPK Blak-blakan soal Capaian CPI Indonesia

4 Desember 2018, 13:00:42 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut pemberantasan korupsi di Indonesia mengalami kemajuan. Salah satu indikasinya adalah perbandingan angka Indeks Persepsi Korupsi (CPI) dengan negara lain.

Hal tersebut diungkapkan Ketua KPK, Agus Rahardjo di acara Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2018. Agus mengatakan jika sejak 1998, CPI Indonesia mengalami perubahan sebagaimana negara-negara lain.

“Jadi hanya 4 negara ASEAN yang jumlah penduduknya kompatibel. Sebagai contoh Brunei CPI-nya lebih bagus dari kita. Jadi dari tahun 1998 CPI Indonesia itu sempat terendah di Asia. Malaysia, Vietnam, Singapura di atas kita,” ungkap dia di hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).

Agus mengatakan bahwa CPI Indonesia ketika itu ada di angka 20. Sementara Filipina 33, Thailand 50, dan Malaysia 53.

“Kita juga sempat ada di angka 37 di Tahun 2016-2017. Tapi kalau dibandingkan dengan tadi (negara lain), Malaysia dulu tahun 1998 dapat 53 Kemudian Filipina 33 hanya turun satu jadi 32,” tambahnya.

Lebih lanjut, diakui Agus sesungguhnya Indonesia masih jauh lebih baik jika dibandingkan dengan negara lain yang jumlah penduduknya sama. Dia menghargai hal tersebut sebagai kerja keras dari setiap periode pemerintahan.

“Kalau kita bandingkan jumlah negara yang mirip Indonesia jumlah penduduknya. Indonesia perlu kita hargai, ini kerja keras dari pemerintahan sebelumnya zamannya Pak Habibie, SBY, Gusdur, Bu Mega, CPI Indonesia mencapai tertinggi di Indonesia. Indonesia 17, Vietnam 0, Argentina 9. Cina saja yang koruptornya hukuman mati pun ada 6. Jadi ini patut kita apresiasi,” jelasnya.

Selain melaporkan hal tersebut, Ketua KPK ini juga melaporkan mengenai kegiatan Harkodia pada hari ini kepada Jokowi. Agus menuturkan akan ada penandatanganan komitmen antara KPK dengan sejumlah partai politik yang hadir.

Penandatanganan bertujuan agar sistem parpol di Indonesia lebih baik. “Hari ini kami akan dapatkan komitmen dari partai peserta Pemilu 2019. Mereka akan menegakkan sistem integritas politik di masing-masing parpolnya,” beber dia.

“Ini adalah kajian para akademisi, juga masukan dari teman-teman. Oleh karena itu saya harap partai menegakkan sistem politik masing-masing di partainya,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Acara Hakordia ini dibuka langsung oleh Presiden Jokowi secara simbolis. Rencananya, akan berlangsung selama dua hari yakni 4-5 Desember 2018. Dalam acara hari ini, akan diisi oleh penandatanganan integritas partai politik dengan KPK.

Adapun, yang hadir dalam Harkodia ini yaitu Sejumlah Menteri Kabinet Kerja turut hadir di antaranya, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Menkopolhukam Wiranto. Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta tokoh partai politik juga hadir dalam acara ini.

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (ipp/JPC)


Close Ads
Di Hadapan Jokowi, Ketua KPK Blak-blakan soal Capaian CPI Indonesia