alexametrics

Wiranto Tolak Gelar Dialog Referendum Papua dan Papua Barat

4 September 2019, 09:25:55 WIB

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menegaskan tidak akan membuka pembicaraan terkait referendum Papua dan Papua Barat. Menurut Wiranto, dua wilayah itu sudah tidak punya kesempatan untuk melakukan hak tersebut.

“Dalam hukum internasional, referendum itu bukan untuk wilayah yang sudah merdeka,” ujar Wiranto.

Wiranto menuturkan, kondisi Papua dan Papua Barat berbeda dengan Timor Leste. Saat itu, Timor Leste dalam peta teritori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bukan wilayah Indonesia, melainkan provinsi di seberang lautan Portugis. Karena itulah referendum dilakukan.

Sementara, referendum Papua dan Papua Barat sudah dilakukan pada 1969 di PBB. Dari jajak pendapat yang dilakukan, diputuskan bahwa Irian Barat menjadi wilayah Indonesia secara sah dan mendapat dukungan dari banyak negara anggota PBB.

“Keputusan PBB itu nggak bisa bolak-balik ditinjau kembali, diganti lagi, nggak bisa. Jalan untuk ke sana (referendum, Red) sebenarnya tidak ada lagi,” tegas Wiranto.

Meski begitu, Wiranto menyampaikan bahwa dialog konstruktif untuk membahas masa depan Papua dan Papua Barat memang perlu dilakukan. “Dialog Itu penting, dialog itu memang dibutuhkan. Tapi dialog yang konstruktif. Kita menutup pintu dialog referendum dan dialog untuk merdeka,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads