alexametrics

Tips Jaga Kesehatan untuk Jemaah Haji dalam Hadapai Cuaca Ekstrem

4 Juli 2022, 10:28:18 WIB

JawaPos.com – Jemaah haji segera memasuki fase puncak, yakni Wukuf di Arafah pada 8 Juli 2022. Jemaah mulai diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju lokasi pada 7 Juli 2022.

Namun, pelaksanaan puncak haji kali ini dibayangi oleh kondisi cuaca di Arab Saudi yang sangat panas. Selain itu, kelembaban udara juga sangat rendah.

Tim Kesehatan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Edi Supriyatna mengingatkan, suhu yang tinggi dengan kelembaban rendah merupakan kondisi ekstrem yang bisa membuat seseorang tidak sadar mengalami kekurangan cairan.

“Di Saudi, ekstremnya karena suhu tinggi dan kelembaban rendah sehingga tidak sadar kita sudah kekurangan cairan. Maka support kami kepada semua jemaah, minum air jangan tunggu haus,” kata Edi kepada wartawan, Senin (4/7).

Oleh karena itu, Edi memberikan beberapa tips terutama agar jemaah bisa rutin minum dan tidak sering buang air keci. Pertama, proses minumnya diukur, minimal 200 mililiter per jam atau satu gelas belimbing per jam saat aktivitas.

“Agar tidak dehidrasi dan tidak sering kencing, minum diatur 200 ml/jam dan dicampur dengan setengah sachet oralit. Diminum setiap satu jam sekali, saat beraktivitas. Minumnya pelan-pelan dan dinikmati,” imbuhnya.

Untuk menjaga kelembaban dan menghindari hidung mimisan karena terlalu panas dan kering, jemaah juga diimbau tetap menggunakan masker. “Yang pasti, jangan terlalu capek dan cukup istirahat. Simpan energi, khususnya saat-saat ini yang sudah memasuki fase persiapan menuju pucak haji Arafah, Muzdalifah, Mina,” tambahnya.

Kepada para pembimbing ibadah, Edi berpesan agar mereka terus mengimbau dan mengingatkan jemaah cukup istirahat atau menahan diri untuk tidak beraktifitas di luar hotel selama tiga hari sebelum Armuzna. Sebab, jemaah perlu mempersiapkan kondisi fisiknya agar berada dalam kondisi prima saat di Armuzna.

“Kita semua harus ingat bahwa puncak dari ibadah haji adalah Armuzna, dan itu butuh fisik yang prima,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini: