alexametrics

Gerak Cepat Petugas Tangani Calon Jemaah Haji Serangan Stroke

4 Juli 2022, 22:08:08 WIB

JawaPos.com – Di pelataran pintu keluar Babussalam Masjidilharam, Sukilan terduduk lemas. Sabtu (2/7) sore sekitar pukul 18.55 waktu Arab Saudi (WAS), dia baru saja menyelesaikan tawaf umrah wajib. Lantaran terpotong waktu untuk salat Maghrib, jemaah asal kloter SUB 37 itu belum melaksanakan sai.

Mohammad Agus Pribowo, anggota Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (P3JH) Daerah Kerja Makkah, menghampiri Sukilan yang ditemani istrinya. Sang istri kemudian menitipkan Sukilan kepada Agus untuk dibantu pengobatannya. Istri Sukilan melanjutkan salat Maghrib serta sai bersama rombongan.

Dari pemeriksaan awal, diketahui tensi Sukilan normal. Yakni, 130/90. ”Kami observasi, curiga awal (beliau) kelelahan setelah tawaf,” tutur Agus yang berdinas di Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto, Jakarta, itu. Jemaah itu punya riwayat darah tinggi yang tidak terkontrol dan gangguan jantung.

Lima menit setelah observasi mulai muncul tanda-tanda serangan stroke. Bibir sisi kiri dan mata sisi kiri sudah mulai jatuh serta mulai terasa kebas di kulit wajah sisi kiri. Lalu, tangan kiri dan kaki kiri mulai menunjukan gejala lemas. Kekuatan mencengkeram hanya 50 persen.

Kemampuan berbicara juga sudah tidak normal. Jemaah bila diajak bicara sudah mulai cadel dan tidak bisa mengucapkan huruf R secara baik. ”Pada saat itu saya segera menghubungi petugas emergency Masjidilharam untuk mengevakuasi jemaah ke klinik,” katanya.

Agus membawa Sukilan ke klinik Haram 3. Namun, dokter di sana menolak karena di klinik tersebut tidak ada alat penunjang CT scan untuk melihat kerusakan otak pada pasien tersebut. Dirujuk ke Ajyad Hospital di belakang WC 3 juga ditolak karena merupakan kegawatdaruratan medis. ”Dan, alat penunjang medis di Ajyad Hospital tidak lengkap,” terang dia.

Akhirnya, Sukilan dievakuasi ke RS King Faisal pukul 20.10. WAS. ”Kami bermain dengan waktu yang cepat. Semakin larut tensi darah pasien mulai meninggi 251/ 164 dan mulai disertai penurunan kesadaran pasien,” jelas Agus. Di RS King Faisal, jemaah berusia 62 tahun itu langsung mendapat tindakan CT scan otak.

Agus kemudian menghubungi kepala sektor 1 dan berkordinasi dengan tenaga kesehatan di sektor tersebut. Selanjutnya pendampingan selama pengobatan dilakukan tim kesehatan sektor. ”Proses semuanya selesai pukul 21.30. Masih dalam fase golden periode,” terang dia. Agus berharap jaringan sel otak dari jemaah yang sakit tersebut tidak mengalami kerusakan berarti.

Menurut Agus, serangan stroke masuk dalam kegawatdaruratan medis yang dapat dan menghilangkan nyawa manusia sehingga harus ditangani secara tepat. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, khususnya orang yang memiliki riwayat hipetensi dan gangguan jantung.

Pertolongan pertama pada serangan stroke dikenal dengan istilah Golden Period di mana batas waktu 4 jam pasca serangan stroke terjadi harus segera ditangani dengan baik. Apabila lebih dari 4 jam tidak segera ditangani dengan baik, akan terjadi kerusakan pada otak permanen yang sangat fatal.

Jika pertolongan medis dilakukan pada masa periode tersebut, peluang untuk pulih akan semakin tinggi. Kesalahan yang paling sering dalam penanganan stroke adalah terlambat membawa ke rumah sakit. Maka, tips saat menemukan serangan stroke sebaiknya penolong jangan panik dan cek FAST. Yaitu, Face, Arms, Speech, Time. ”Segera minta bantuan medis dan segera bawa pasien ke rumah sakit terdekat,” tandasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini: