Dewas KPK Klaim Tak Tahu Ada Upaya Penyuapan dari Lili Siregar

4 Juli 2022, 17:07:51 WIB

JawaPos.com – Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) meminta publik untuk melaporkan jika mengetahui dugaan upaya penyuapan kepada Dewas KPK. Upaya suap itu dilakukan agar Lili lolos dari sidang etik KPK.

Beredar kabar, Lili mendapat bantuan dari pihak PT. Pertamina mengumpulkan uang sebesar USD 200 ribu atau sekitar Rp 3 miliar agar kasus dugaan penerimaan gratifikasi nonton MotoGP Mandalika tidak masuk ke tahap sidang kode etik.

“Jika ada informasi akurat tentang isu suap tolong dikirim ke Dewas KPK agar kami bisa mengusutnya,” kata Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris dikonfirmasi, Senin (4/7).

Meski demikian, Syamsuddin Haris mengaku tidak mengetahui adanya upaya penyuapan yang akan dilakukan Lili. Dia mengklaim, baru mengetahui informasi tersebut dari media massa.

“Saya juga nggak tahu,” tegas Syamsuddin.

Terpisah, pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri memastikan Dewas KPK akan menangani dugaan pelanggaran kode etik Lili Pintauli secara profesional. Sidang etik terhadap Lili rencananya akan digelar pada Selasa (5/7) besok.

“Pada prinsipnya KPK menghormati seluruh proses di dewas sebagaimana tugas dan kewenangannya yang diatur dalam Pasal 37B UU KPK. KPK menyakini, setiap tahapan dilakukan secara profesional sesuai fakta dan penilaian Dewas,” tegas Ali.

Juru bicara KPK berlatar belakang Jaksa ini memastikan, hasil sidang etik oleh Dewas KPK terhadap Lili akan disampaikan ke publik. Hal ini merupakan bentuk transparansi yang dilakukan KPK.

“Hasilnya pun akan disampaikan kepada masyarakat sebagai prinsip akuntabilitas dan transparansi,” ucap Ali.

Oleh karena itu, Ali meminta publik untuk menghormati proses yang saat ini sedang berjalan di Dewas KPK. “Mari kita hormati proses yang sedang berlangsung ini. Karena penegakkan kode etik oleh Dewas adalah bagian untuk memperkuat pemberantasan korupsi KPK,” pungkas Ali.

Sebagaimana diketahui, Lili dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran etik karena menerima fasilitas mewah. Dugaan etik itu terkait Lili Pintauli menerima fasilitas nonton MotoGP Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Lili diduga mendapatkan fasilitas menonton MotoGP sejak 18 sampai 20 Maret 2022 pada Grandstand Premium Zona A-Red. Selain itu, Lili juga mendapatkan fasilitas menginap di Amber Lombok Resort pada 16 Maret sampai 22 Maret 2022.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: