alexametrics

Arus Balik Juga Pakai Strategi One Way

4 Juni 2019, 10:40:46 WIB

JawaPos.com – Kerja keras banyak pihak membuat arus mudik 2019 secara umum bisa dibilang lancar. Tingkat kemacetan dan kecelakaan minim. Pemerintah sudah mulai memikirkan antisipasi untuk memperlancar arus balik setelah Lebaran. Selain mempertahankan rekayasa lalu lintas satu arah atau one way, akan ada pintu tol yang ditutup sementara.

Sistem one way di jalan tol trans-Jawa sepanjang 400 kilometer dari Cikampek menuju Kalikangkung dianggap efektif.

Setidaknya memangkas waktu perjalanan dari Jakarta ke sejumlah kota di Jawa Tengah dan DI Jogjakarta hingga kurang dari 10 jam.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendapatkan banyak laporan dari lapangan bahwa waktu tempuh dari Jakarta ke Solo bisa 8 jam saja. “Yang luar biasa, Jakarta-Semarang bisa sampai 5 jam,” ungkapnya kemarin (3/6).

Memang, jelas Budi, hal tersebut bukan ukuran kesuksesan mudik. Namun, setidaknya itu menjadi bukti bahwa kemacetan yang selama ini ditakutkan bisa terhindarkan. Budi mengatakan bahwa pihak Kemenhub, Jasa Marga ASDP, dan Korlantas Polri terus mematangkan penanganan arus balik. Puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 8 dan 9 Juni 2019.

Sistem satu arah alias one way diberlakukan di Km 70 Tol Cikampek sampai Km 263 Pejagan-Pemalang. Gerbang Tol Cikampek Utama pun dibuka seluruhnya mengarah ke Palimanan. Pada arus balik nanti sistem one way juga diterapkan untuk arah Jakarta. RAKA DENNY/JAWAPOS

“Saya minta ke teman-teman di Jasa Marga agar mempersiapkan dengan baik. Terutama ruang untuk bus yang kembali ke timur untuk menjemput penumpang yang akan kembali,” katanya.

Kemacetan dan penumpukan masih akan terjadi di rest area, terutama di ruas Cipali. Budi telah mengusulkan untuk meniadakan gate Palimanan agar arus dari timur ke barat bisa lebih lancar.

Kisah kelancaran perjalanan mudik disampaikan Hendra Eka, salah seorang pemudik yang melakukan perjalanan Jakarta-Solo. Dia menempuh perjalanan selama 9 jam. Itu pun sempat tertahan macet sepanjang 4 kilometer di dekat gerbang tol Kalikangkung. “Secara umum lancar. Bahkan, saya bisa geber sampai 120 kilometer per jam. Hanya di Jakarta-Cikampek yang macet,” paparnya.

Agus Wahyudi, pemudik lain yang berangkat dari Jakarta menuju Malang, menghabiskan waktu total 13 jam. Beberapa kali dia beristirahat di rest area. “Kalau ditotal, di rest area kami bisa 2 sampai 2,5 jam,” katanya.

Kabagops Korlantas Polri Kombes Benyamin menjelaskan, kemarin pihaknya menutup one way sekitar pukul 16.00. “Semua, yang dari Jakarta sampai Jawa Tengah,” ungkap dia saat diwawancarai Jawa Pos.

Arus mudik dari arah Jakarta dalam kondisi puncaknya. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Benyamin menerangkan, puncak arus mudik tahun ini sudah mampu dilewati dengan baik. Secara umum, Korlantas menilai rekayasa lalu lintas yang mereka terapkan sangat efektif. “Mungkin bisa ditanyakan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Di samping rekayasa lalu lintas, Benyamin menilai ada beberapa faktor lain yang memberi sumbangsih. Di antaranya infrastruktur jalan yang sudah siap. Tersambung dari Banten sampai Jawa Timur. “Kemudian juga keterpaduan pengamanan maupun kerja sama antarinstansi yang lebih bagus,” ucapnya.

Benyamin berharap besar hal serupa terjadi saat arus balik nanti. Masyarakat diimbau memperhatikan jadwal dan waktu pemberlakuan one way supaya perjalanan kembali ke ibu kota lancar. “Rencananya (penerapan one way, Red) tanggal 7 sampai 10, pukul 12 siang sampai 12 malam,” imbuhnya.

Meski begitu, kata Benyamin, jadwal one way juga bergantung pada situasi di lapangan. Selain one way, rekayasa lalu lintas lain seperti contraflow juga masih disiapkan untuk mengatur arus balik.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tau/syn/c9/tom)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads