alexametrics
Dissenting Opinion Putusan Uji Materi UU KPK

Hakim MK: UU KPK Hasil Revisi Minim Kajian dan Partisipasi Publik

4 Mei 2021, 16:27:04 WIB

JawaPos.com – Mahkamah Konstitusi (MK) telah menolak permohonan uji materi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Penberantasan Korupsi (KPK). Sehingga UU 19/2019 secara konstitusional dinilai tetap berlaku.

Meski demikian Hakim Konstitusi Wahidudin Adams menyatakan dissenting opinion dalam menguji UU 19/2019 tentang KPK. Permohonan uji materi UU KPK hasil revisi ini digugat oleh Agus Rahardjo, Laode M Syarief, Saut Situmorang dan 11 orang lainnya sebagai pemohon.

“Dissenting opinion saya dalam perkara a quo berlaku pula secara mutatis mutandis terhadap putusan Mahkamah Konstitusi dalam registrasi perkara lainnya sepanjang terkait dengan perkara undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945,” kata Hakim Konstitusi Wahidudin Adams di Gedung MK, Selasa (4/5).

Wahidudin menyampaikan, berdasarkan penjelasan ahli Bagir Manan mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) menilai, UU Nomor 19/2019 secara nyata telah mengubah struktur dan fungsi KPK secara fundamental. Perubahan ini sangat nampak sengaja dilakukan dalam jangka waktu yang relatif sangat singkat.

“Mendapat persetujuan bersama antara DPR dan Presiden untuk disahkan menjadi undang-undang, hanya beberapa hari berakhirnya masa periode 2014-2019 dan beberapa minggu menjelang berakhirnya pemerintahan Presiden Joko Widodo periode pertama, suatu pembentukan undang-undang yang dilakukan dalam jangka waktu yang relatif singkat,” cetus Wahidudin.

Wahidudin menyebut, singkatnya waktu pembentukan berpengaruh secara signifikan terhadap sangat minimnya partisipasi masyarakat, sangat minimnya masukan yang diberikan oleh masyarakat secara tulus dan panjang. Serta sangat minimnya kajian dampak analisis terhadap khususnya lembaga yang akan melaksanakan ketentuan undang-undang, dalam hal ini KPK.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads