alexametrics

Vonis Mati Pelaku Asusila Dikhawatirkan Bungkam Korban untuk Melapor

4 April 2022, 19:16:03 WIB

JawaPos.com – Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mengomentari vonis mati terhadap pelaku asusila terhadap 13 santriwati Herry Wirawan. Peneliti ICJR, Genoveva Alicia menyatakan, vonis mati terhadap Herry Wirawan bisa merontokan pelaporan kasus tindakan asusila.

“Penerapan pidana mati terhadap pelaku perkosaan ini juga dapat berdampak pada semakin menurunnya angka pelaporan, karena selama ini, korban kekerasan seksual didominasi oleh orang-orang terdekat korban,” kata Alicia dalam keterangannya, Senin (4/4).

Menurut Alicia, dengan adanya ancaman pidana mati terhadap pelaku, maka keengganan korban untuk melapor akan semakin tinggi. Sebab, takut orang terdekatnya meskipun telah melukainya akan dihukum mati. Tidak hanya itu, penerapan pidana mati dalam kasus perkosaan dapat meningkatkan angka pembunuhan terhadap korban juga dapat meningkat.

“Karena untuk membungkam korban, pembunuhan justru akan menjadi opsi logis yang akan diambil pelaku,” cetus Alicia.

Maka dari itu, lanjut Alicia, untuk mengatasi kekacauan ini, seharusnya hukuman mati tidak boleh dijatuhkan di dalam kasus apapun. Khususnya kekerasan seksual dimana korban membutuhkan restitusi untuk mendukung proses pemulihannya.

ICJR memahami bahwa kasus ini menyulut kemarahan yang besar bagi publik. Namun demikian, kemarahan publik bukanlah hal yang seharusnya menjadi fokus utama di dalam proses pemberian keadilan bagi korban.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: