alexametrics

BNPB Laporkan 1.175 Bencana Alam Selama Periode Januari-April

4 April 2022, 04:42:21 WIB

JawaPos.com–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.175 bencana alam hidrometeorologi selama periode 1 Januari hingga 3 April. Kejadian bencana alam yang mendominasi adalah cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor.

Beerdasar data, bencana alam tersebut mengakibatkan 80 jiwa meninggal dunia, 10 hilang, 1,67 juta jiwa menderita dan mengungsi, serta 605 jiwa luka-luka. BNPB merinci bencana alam akibat banjir sebanyak 459 kejadian, 428 akibat cuaca ekstrem, 213 kasus tanah longsor, 58 kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), sembilan kali gempa bumi, serta delapan kasus gelombang pasang dan abrasi.

Dampak kerusakan yang diakibatkan berbagai bencana alam tersebut membuat 20.962 rumah rusak. Yakni 3.505 rusak berat, 3.919 rusak sedang, dan 13.538 rusak ringan.

Selain itu, 568 fasilitas umum rusak yang terdiri atas 365 fasilitas pendidikan, 143 rumah peribadatan, dan 60 fasilitas kesehatan. Bencana juga menyebabkan 66 kantor dan 72 jembatan rusak.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari meminta masyarakat waspada mengingat sejumlah wilayah di Indonesia sudah mulai memasuki musim pancaroba. ”Beberapa tempat di Indonesia sudah mulai masuk musim pancaroba, di mana karakteristik utama didominasi cuaca ekstrem, baik itu angin kencang dengan atau tanpa hujan,” ujar Abdul Muhari seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, cuaca ekstrem, puting beliung, maupun hujan intensitas tinggi dengan durasi pendek masih berpotensi terjadi hingga pertengahan April. ”Tetapi tentu saja tidak mengurangi kewaspadaan kita di beberapa tempat yang masih memungkinkan terjadinya hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi panjang,” papar Abdul Muhari.

Agar aktivitas masyarakat tetap aman, dia mengimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk membiasakan diri melihat prakiraan cuaca. Jika terjadi cuaca ekstrem pada saat sedang beraktivitas di luar ruang, dia meminta masyarakat untuk hindari pohon besar, papan reklame, maupun tiang listrik yang besar. ”Karena ini adalah potensi risiko yang bisa berakibat pada luka maupun fatalitas,” ujar Abdul Muhari.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: