Munas dan Konbes NU, Bahas Hukum Sampah Plastik Hingga Revolusi 4.0

4 Januari 2019, 08:40:15 WIB

JawaPos.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) pada 27 Februari-1 Maret 2019 di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kujangsari, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Acara tersebut akan membahas berbagai isu strategis, yaitu yang bersifat perundang-undangan, masalah kekinian, dan tematik yang diusulkan oleh pengurus NU cabang ataupun wilayah. Misalnya, terkait hukum sampah plastik.

“Respons terhadap persoalan yang ada. Antara lain bagaimana hukumnya menggunakan sampah plastik. Karena jelas telah melahirkan kemudharatan. Sampah plastik terurainya baru setelah ribuan tahun,” ujar Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Menurutnya, PBNU sangat peduli terhadap lingkungan, terutama permasalahan sampah plastik tersebut. “Ini yang mencemarkan lingkungan. NU peduli terhadap lingkungan,” tegas dia.

Helmy menerangkan, pada Munas dan Konbes NU sebelumnya yang digelar di Mataram, para ulama NU juga mengeluarkan gagasan tentang kebijakan retribusi aset. Hal itu pun ditindaklanjuti oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Alhamdulillah Pak Presiden merespon telah disediakan 12,5 juta hektar lahan yang disediakan bagi masyarakat untuk lahan produktif. Jadi banyak sekali keputusan dari Munas dan Mubes NU yang telah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa kita,” paparnya.

Selain itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menambahkan, acara tersebut juga akan membahas revolusi industri 4.0. Melalui pembahasan tersebut, dia membantah pernyataan bahwa ulama-ulama NU tidak mengerti perkembangan zaman.

“Akan dibahas tentang revolusi 4.0, NU siap menghadapi itu, Kiai NU siap masuk di era 4.0, tidak ketinggalan, tidak benar kalau ada image kiai NU tidak mengerti perkembangan. Kita mengikuti itu semuanya,” kata Said pada kesempatan yang sama.

Adapun Munas dan Konbes NU akan dihadiri puluhan ribu warga serta ulama NU. Acara tersebut rencananya akan dibuka Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta ditutup Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Editor : Imam Solehudin

Reporter : (yes/JPC)

Saksikan video menarik berikut ini: