JawaPos Radar | Iklan Jitu

Orang Makin Gampang Rakit Bom, MPR: Kita Lawan dengan PMP

03 Desember 2018, 14:17:24 WIB
Mahyudin
Wakil Ketua MPR Mahyudin berharap pemerintah bisa segea menjadikan PMP sebagai mata pelajaran di sekolah-sekolah. (MPR)
Share this

JawaPos.com - Wacana adanya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sedang dibahas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Mata pelajaran itu nantinya akan kembali diajarkan di sekolah-sekolah.

Rencana kebijakan itu pun mendapat dukungan dari MPR. Meski sebelumnya mata pelajaran yang sempat diajarkan zaman Orde Baru itu masih menuai polemik.

“Menghidupkan kembali PMP itu merupakan aspirasi masyarakat. Pemerintah harus menyikapi dan menindaklanjuti aspirasi itu," kata Wakil Ketua MPR Mahyudin usai menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR kepada 'emak-emak' yang terhimpun dalam Himpunan Wanita Karya (HWK), di Balikpapan, Minggu (2/12).

Mahyudin juga mengungkapkan, banyak guru-guru yang menyampaikan aspirasi menghidupkan kembali pelajaran PMP. "Saya sudah bicara ke Menteri Pendidikan bahwa keinginan itu adalah aspirasi dari bawah,” ujarnya.

Menurut Mahyudin, ada hal yang luar biasa dalam pelajaran PMP, yaitu pendidikan moral, walaupun sekarang PMP sudah diganti dengan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

"Pendidikan moralnya hilang. Karena itu pelajaran-pelajaran yang mengajari soal integritas perlu dihidupkan kembali," ucapnya.

Menurut politikus Golkar itu, di tengah tantangan globalisasi yang begitu kuat sekarang, butuh adanya pendidikan moral. Apalagi sudah banyak kekhawatiran di kalangan masyarakat soal budaya asing yang membahayakan.

"Globalisasi telah menggeser nilai-nilai luhur Indonesia karena masuknya budaya asing. Dengan globalisasi tidak ada lagi sekat-sekat. Orang bisa belajar merakit bom dan menjadi radikal dari internet. Kita bisa lawan dengan Pendidikan Moral Pancasila," tuturnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : (jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up