IDAI Beri Rekomendasi Vaksinasi Anak 6–11 Tahun

3 November 2021, 15:57:39 WIB

JawaPos.com – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bergerak cepat merespons dikeluarkannya izin penggunaan vaksin Sinovac untuk anak berusia 6–11 tahun. Kemarin (2/11) IDAI secara resmi mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait dengan vaksinasi Covid-19 (CoronaVac) untuk anak usia 6 tahun ke atas.

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso menjelaskan, dalam rekomendasi yang diterbitkan pihaknya, imunisasi Covid-19 CoronaVac pada anak usia 6 tahun ke atas diberikan secara intramuskuler. Dosisnya 3ug atau 0,5 ml untuk sekali suntikan. Nanti mereka mendapat dua kali suntikan dengan jarak empat minggu antara dosis pertama dan kedua.

”IDAI juga mengingatkan bahwa vaksinasi ini tidak direkomendasikan bagi anak yang memiliki atau mengalami kontraindikasi,” ujarnya kemarin (2/11). Kontraindikasi itu meliputi defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol, penyakit sindrom Guillain-Barre, mielitis transversa, acute demyelinating encephalomyelitis, anak pengidap kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi, dan anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat.

Kemudian, anak yang sedang mengalami demam 37,5 derajat Celsius atau lebih, anak baru sembuh dari Covid-19 kurang dari tiga bulan, pascaimunisasi lain kurang dari sebulan, anak atau remaja sedang hamil, memiliki hipertensi dan diabetes melitus, serta penyakit-penyakit kronis atau kelainan kongenital yang tidak terkendali lainnya.

Rekomendasi tersebut juga memberi catatan bahwa imunisasi untuk anak dengan kanker dalam fase pemeliharaan, penyakit kronis atau autoimun yang terkontrol, dapat mengikuti panduan imunisasi umum. ”Tentu dengan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter penanggung jawab pasien sebelumnya,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, rekomendasi terbaru itu dikeluarkan karena pentingnya vaksinasi Covid-19 untuk anak. Sebab, mereka juga dapat tertular ataupun menularkan Covid-19 dari dan ke orang dewasa di sekitarnya walau tanpa gejala. Karena itu, penting mengontrol secara terus-menerus penularan dan transmisi Covid-19 di Indonesia.

Selain itu, kata dia, sejumlah laporan terkait dengan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa negara menunjukkan peningkatan kasus rawat inap pasien anak karena Covid-19. Di Indonesia, merujuk data Satuan Tugas Covid-19 per 1 November 2021, proporsi kasus anak terinfeksi Covid-19 mencapai 13 persen. Karena itu, sebelum dan sesudah vaksinasi, semua anak tetap wajib memakai masker dengan benar. Lalu, menjaga jarak, tidak berkerumun, dan tidak bepergian bila tidak penting.

Pelaksanaan vaksinasi bergantung pada kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6–11 tahun mungkin dapat dimulai setelah mempertimbangkan kesiapan petugas kesehatan, sarana-prasarana, dan masyarakat. Kendati begitu, dia memastikan bahwa 4 ribu dokter anak di Indonesia siap membantu menyukseskan program vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6–11 tahun.

Sekjen IDAI Hikari Ambara Sjakti menambahkan, rekomendasi tersebut bersifat dinamis. Karena itu, dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan bukti- bukti ilmiah terbaru.

Terpisah, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6–11 tahun mungkin dilaksanakan pada awal tahun depan. Sebab, diperlukan persiapan khusus untuk memulainya. Kemenkes telah meminta masukan dan rekomendasi dari ITAGI, IDAI, dan organisasi profesi lain terkait dengan juknis pelaksanaannya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : mia/deb/c19/oni

Saksikan video menarik berikut ini: