alexametrics

Tipe MAX 8 Sebenarnya Memudahkan Pilot

Oleh YUSNI MARYAN*
3 November 2018, 11:05:22 WIB

JawaPos.com – Lion Air punya sebelas pesawat Boeing 737 MAX 8. Pesawat tersebut mulai diterbangkan pada 15 Agustus 2018. Saya pernah menerbangkannya juga. Jika boleh membandingkan, Boeing 737 MAX 8 ini jauh memudahkan pilot.

Dari segi tools, pesawat ini lebih canggih jika dibandingkan dengan Boeing 737 seri 800. Saat diterbangkan pun lebih stabil. Bahan bakar juga lebih irit.

Bagi saya yang sudah berumur, pesawat ini sangat memudahkan. Tools di ruang pilot lebih besar-besar. Memang kadang penumpang tidak tahu bahwa pesawat ini lama startnya. Untuk mempersiapkan mesin, dari pesawat mundur sampai taxiway, bisa mencapai sepuluh menit. Kalau pesawat lain hanya butuh waktu tiga menit.

Untuk take off maupun landing, pesawat ini cukup mudah dan stabil. Bodinya tidak terlalu panjang sehingga lebih tenang saat landing. Beda dengan Boeing 900 yang bodinya panjang sehingga landing-nya sering kasar. Tapi, soal landing itu juga bergantung kualitas pilotnya. Tipe MAX 8 ini berbeda dengan seri 800 dan 900 yang startnya cepat. Yang hampir mirip dengan tipe MAX 8 adalah Airbus A320neo.

Lion Air termasuk maskapai yang menerima Boeing jenis baru itu di awal pembuatan. Australia saja baru mau menerima. Sebenarnya sangat wajar kalau pesawat baru itu ada hal-hal kecil yang perlu diperbaiki pabrik. Sebut saja Boeing 787 yang pada unit awal sempat bermasalah pada baterainya. Yang mendapat pesawat produksi terakhir justru lebih banyak perbaikan dan lebih bagus. Hal itu tentu berbeda dengan mobil. Kalau semakin lama mobil semakin tidak model lagi.

Meski demikian, Boeing selalu mengontrol pesawat di Lion Air. Sebab, perusahaan itu memiliki perwakilan di Indonesia. Sehingga jika ada yang rusak, Boeing sendiri yang memperbaiki.

Pesawat jenis ini memang mudah rewel. Terkait dengan engine (mesin), untuk cuaca yang high temperature agak susah. Sering trouble. Seharusnya memang sering dilakukan perawatan. Sayangnya, tidak semua teknisi bisa merilis pesawat itu. Tidak semua daerah punya teknisi yang mampu menangani Boeing 737 MAX 8.

Rute untuk pesawat itu biasanya jauh. Ke Tiongkok, Jeddah, atau Jayapura. Kalau ada masalah biasanya ditarik untuk short flight. Sebab, lebih mudah perbaikannya. Terkait jumlah jam terbang yang mencapai 800 jam dalam 70 hari, itu cukup. Pesawat itu sebentar di darat maka semakin baik. Berarti menghasilkan. Asalkan perawatannya harus terjaga. 

*) Kapten pilot Lion Air, pernah menerbangkan Boeing 737 MAX 8

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (Disarikan dari wawancara Ferlynda Putri dengan Kapten Yusni Maryan/c9/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Tipe MAX 8 Sebenarnya Memudahkan Pilot