JawaPos Radar

Tak Konsisten Terapkan Aturan, Seleksi CPNS Kemenkeu Kacau Balau

03/11/2017, 15:18 WIB | Editor: Ilham Safutra
Seleksi CPNS
Peserta tes CPNS saat mengikuti SKD beberapa waktu lalu (Imam Husein/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Seleksi CPNS di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kacau balau. Pengumuman kelulusan seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Kemenkeu yang dilansir 1 November lalu menulai polemik. Kementerian yang dipimpin Sri Mulyani Indrawati itu dituding tidak konsisten menerapkan aturan. Sejumlah pelamar dengan nilai lebih rendah, justru dinyatakan lolos ke tahap seleksi berikutnya.

Sebagaimana diketahui kuota CPNS baru di Kemenkeu tahun ini mencapai 2.888 orang. Setelah masa pendaftaran ditutup, jumlah pelamar membludak hingga 110.584 orang. Dari jumlah itu, kemudian disaring di tahap seleksi administrasi dan dinyatakan 77.001 orang lolos dan berhak ikut tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD).

Nah, polemik muncul ketika Kemenkeu mengumumkan hasil SKD pada 1 November 2017 lalu. Total pelamar yang lolos SKD ditetapkan sebanyak 3.709 orang. Polemik penetapan kelulusan SKD itu disebabkan Kemenkeu tidak konsistem menjalankan aturan yang berlaku. Yakni ada pelamar dengan nilai tinggi tetapi tidak lolos SKD. Sebaliknya ada yang nilainya lebih rendah, justru lolos SKD.

Seleksi CPNS
Peserta tes CPNS saat mengikuti SKD beberapa waktu lalu (Imam Husein/ Jawa Pos)

Kondisi itu dialami oleh Ramadhian Putri Cintya Sari, warga Jepara yang mengikuti ujian SKD di Jogjakarta pada 25 Oktober lalu. Perempuan 23 tahun itu melamar formasi Pengelola Data Layanan Pajak dengan bekal ijazah DIII Akuntansi dari Akademi Akuntansi YKPN Jogjakarta.

"Saya malam-malam sekitar pukul 00.30 (1/11, Red.) melihat di internet pengumumannya," katanya saat dihubungi kemarin (2/11). Saat itu dia kecewa karena namanya tidak tercantum dalam daftar kelulusan SKD CPNS Kemenkeu. Setelah itu pada pagi harinya dia melihat-lihat kembali daftar nama-nama yang lolos SKD. Apalagi di dalam daftar kelulusan itu disertai juga dengan nilai SKD masing-masing.

Putri mengaku kaget ketika dia melihat ada pelamar dengan nilai lebih rendah, tetapi lulus SKD. Dia mengungkapkan dirinya mendapatkan nilai total 327 poin. Perinciannya adalah nilai tes wawasan kebangsaan (TWK) 85 poin, nilai tes intelegensia umum (TIU) 80 poin, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 162 poin. Dari komposisi nilai yang diperoleh itu, Putri dinyatakan lolos ambang batas atau passing grade.

’’Yang membuat saya kecewa adalah ada delapan nama yang total nilainya di bawah saya, tetapi lulus SKD dan melaju ke tahap SKB (Seleksi Kompetensi Bidang, Red.),’’ paparnya. Padahal sama-sama mendaftar untuk jalur peserta umum. Putri berharap Kemenkeu bisa memberikan penjelasan kenapa dia bisa dikalahkan oleh pelamar yang nilainya berada di bawahnya.

Dia sudah mencoba menelpon call center Kemenkeu, tetapi dijawab mesin dan disuruh menunggu jawaban petugas langsung. Setelah ditunggu sekian lama, tidak ada jawaban dari petugas Kemenkeu.

Muhammad Taufik Siagian (24), asal Kabupaten Langkat, juga merasakan ada masalah dalam pengumuman kelulusan SKD CPNS Kemenkeu. Pria yang mendaftar formasi Analis Konsultan dan Bantuan Hukum itu mendapati ada enam orang dengan nilai di bawahnya justru lolos SKD. ’’Padahal sama-sama mengambil formasi untuk pelamar umum,’’ jelasnya.

Taufik mengatakan dia mendapatkan nilai total SKD sebesar 345 poin. Dengan perincian nilai TKP 150 poin, nilai TIU 80 poin, dan nilai TWK 115 poin. Dari nilai yang dia dapatkan itu, Taufik sebenarnya sudah lolos ambang batas. Namun sayang tanpa ada penjelasan apapun, dia dikalahkan oleh pelamar yang nilainya lebih kecil.

Kasus serupa juga dialami oleh Josep Tolisindo (22), asal Bandar Lampung. Dia mengakui ujian SKD CPNS Kemenkeu di Jakarta Timur pada 20 Oktober lalu. Josep melamar untuk formasi Penilai Property yang mensyaratkan S1 dari sejumlah disiplin ilmu. ’’Saya lulusan Manajemen dari Universitas Lampung,’’ katanya kemarin.

(wan/jun/ken/ce1)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up