alexametrics

Prokes Diabaikan, Jokowi Ingatkan Seluruh Pihak Tak Sepelekan Covid-19

Kerumunan Tetap Marak
3 Mei 2021, 10:42:16 WIB

Menurut Hammam, inovasi teknologi deteksi antibodi itu sangat penting. Supaya bisa mengetahui apakah seseorang memiliki ”bala tentara” dalam badannya yang cukup untuk menangkal infeksi Covid-19. Hammam menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19 yang belum selesai di Indonesia, vaksinasi menjadi kebutuhan masyarakat. Sayangnya, selama ini masyarakat belum bisa mengetahui apakah antibodinya sudah terbentuk setelah divaksin. Jangan sampai orang yang sudah divaksin merasa kebal terhadap Covid-19 dan melupakan kewajiban menjalankan prokes.

”Padahal, kita belum tahu apakah antibodi sudah terbentuk apa belum di tubuh kita,” jelasnya. Untuk itu, Hammam mengatakan, inovasi deteksi antibodi cukup penting. Cara kerja untuk mengukur pembentukan antibodi tersebut tidak butuh lama.

Hammam menjelaskan, BPPT akan terus melanjutkan kegiatan inovasi untuk penanganan Covid-19. ”Kami fokus pada pelacakan, pengujian, dan pengobatan,” katanya. Dengan adanya test kit deteksi antibodi kuantitatif itu, Hammam berharap program vaksinasi bisa berjalan lancar. Test kit juga diharapkan dapat melihat kemampuan herd immunity sejak dini pada masyarakat seusai pemberian vaksin. ”Kami akan segera luncurkan test kit antibodi ini,” ucapnya.

Baca juga: Kericuhan Terjadi di Pasar Tanah Abang antara PKL dan Satpol PP

Selain itu, pihaknya mendorong kesuksesan program vaksinasi. Dengan program vaksinasi yang masif dan terukur, diharapkan segera terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Hammam juga mengatakan, herd immunity pun harus dimonitor dari waktu ke waktu.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/wan/rya/deb/mia/c9/oni

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads