alexametrics

Prokes Diabaikan, Jokowi Ingatkan Seluruh Pihak Tak Sepelekan Covid-19

Kerumunan Tetap Marak
3 Mei 2021, 10:42:16 WIB

Kasus Covid-19 di Indonesia memang sudah melandai. Jokowi menyatakan, itu dampak PPKM mikro dan vaksinasi Covid-19. Terlihat, jumlah kasus aktif berkisar 100 ribu. ”Tapi, jangan dulu optimisime berlebihan. Jangan merasa situasi terkendali. Jangan merasa sudah aman,” tuturnya.

Untuk makin menekan kasus aktif, pemerintah mengaku tak bisa bekerja sendiri. Itu bergantung kedisiplinan seluruh pihak. ”Saya minta gubernur, bupati, dan wali kota mengingatkan warganya untuk mematuhi protokol kesehatan dan melarang mudik,” tegasnya.

Salah satu antisipasi utama untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus dan mengatasi penularan varian baru adalah pembatasan mobilitas. ”Kita melihat bahwa mobilitas yang tinggi akan menyebabkan lonjakan kasus. Sementara mobilitas yang rendah akan menekan laju penularan,” kata Juru Bicara Kemenkes terkait Covid-19 Siti Nadia Tarmizi.

Seharusnya peningkatan kasus yang terjadi di berbagai negara menjadi kewaspadaan bersama. Kasus di India sudah hampir mencapai angka 18 juta dengan 200 ribu sampai 300 ribu konfirmasi kasus positif. Di Jepang sudah mencapai 1.000 kasus infeksi baru. Ada juga Singapura yang terdapat 16 kasus komunitas. ”Perlu kembali kami tekankan bahwa negara-negara ini sudah melakukan kewaspadaan,” ujarnya.

Daerah sudah menyiapkan posko Covid-19. Selain itu, bhabinkamtibmas diimbau membantu menegakkan prokes. Meski demikian, masih diperlukan peran masyarakat agar menerapkan prokes. Vaksinasi juga perlu digenjot. Terutama bagi lansia. Mereka rawan karena kondisinya. Selain itu berpotensi tertular dari mereka yang mudik. ”Kami kerja sama dengan swasta, datang ke panti-panti hingga meminta pemerintah desa untuk membuat jadwal vaksin,” ucapnya. Perlu juga langkah kooperatif untuk keluarga lansia agar mendorong vaksinasi.

Di tengah program vaksinasi Covid-19, banyak yang mempertanyakan efektivitasnya. Seperti diketahui, vaksin tersebut untuk merangsang pembentukan antibodi atau imunitas dalam tubuh. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengumumkan, inovasi alat kesehatan untuk melakukan deteksi antibodi kuantitatif. Selain itu, ada inovasi rapid diagnostic test (RDT) antigen. ”Inovasi deteksi antibodi kuantitatif memiliki fungsi untuk mengukur kadar antibodi yang terbentuk setelah seseorang menjalani vaksinasi Covid-19,” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/wan/rya/deb/mia/c9/oni

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads