alexametrics

Disurati 69 Guru Besar, Jubir MK: Mari Hormati Proses Peradilan

3 Mei 2021, 19:14:31 WIB

JawaPos.com – Mahkamah Konstitusi (MK) merespons surat dari 69 guru besar yang menamakan Koalisi Guru Besar Antikorupsi Indonesia. MK mengapresiasi surat yang disampaikan oleh para guru besar jelang pembacaan putusan judicial review (JR) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dapat dipahami sebagai bagian dari cara para guru besar sebagai warga negara untuk berekspresi, menyampaikan aspirasi dan berharap pada MK. Tentu MK berterima kasih, menghormati dan menghargai langkah-langkah semacam itu,” kata juru bicara MK, Fajar Laksono kepada JawaPos.com, Senin (3/5).

Fajar meminta, publik untuk menghormati proses peradilan yang berjalan transparan. Dia pun meminta publik nantinya untuk menghormati apapun putusan dari hakim MK, terkait JR UU KPK hasil revisi.

“Mari saling menghormati koridor kewenangan dan bidang masing-masing. Tidak kalah penting, mari hormati proses peradilan transparan yang berujung pada putusan MK, apapun nanti putusannya,” pinta Fajar.

Dalam surat tersebut, Koalisi Guru Besar Antikorupsi Indonesia menilai, UU Nomor 19 Tahun 2019 secara terang benderang telah melumpuhkan lembaga antirasuah, baik dari sisi profesionalitas dan integritas. Independensi KPK kini sudah mulai hilang, karena hadirnya Dewan Pengawas, kewenangan penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3), sampai pada alih status kepegawaian KPK ke ASN.

Sehingga, akibat perubahan politik hukum pemerintah dan DPR itu, sambung Kurnia, terdapat persoalan serius yang berimplikasi langung pada penanganan perkara tindak pidana korupsi. Dua diantaranya, kegagalan KPK dalam memperoleh barang bukti saat melakukan penggeledahan di Kalimantan Selatan dan penerbitan SP3 untuk perkara mega korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads