Menteri Asman Abnur: Tenaga Honorer Tak Bisa Langsung Jadi CPNS

03/05/2018, 22:15 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
RAKOR: Menpan RB Asman Abnur usai membuka Koordinasi Kebijakan Standarisasi Jabatan dan Pengembangan Karier SDM Kemenpan RB di Hotel Clarion Makassar, Kamis (3/5). (Sahrul Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur mengatakan, tenaga honorer yang ingin terangkat statusnya, dipersilakan mengikuti rangkaian tes pada proses seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Asman memastikan tidak ada lagi pengangkatan langsung tenaga honorer di pemerintahan menjadi CPNS. Hal itu katanya, telah ditegaskan dalam perundang-undangan yang tidak lagi membenarkan adanya perekrutan CPNS tanpa tes.

"Penerimaan CPNS harus dan wajib melalui tes. Kalau pegawai yang sudah kerja 2 tahun, 3 tahun atau sampai 5 tahun, silahkan ikut tes," tegas Asman kepada wartawan usai membuka Koordinasi Kebijakan Standarisasi Jabatan dan Pengembangan Karier SDM Kemenpan RB di Hotel Clarion Makassar, Kamis (3/5).

Pemerintah berencana membuka seleksi CPNS untuk berbagai formasi pada tahun ini, meski tidak disebutkan kapan waktu pasti pelaksanaannya. Asman menerangkan, pemerintah ingin PNS menjadi jabatan yang berdasarkan kompetensi. Orang yang mengisinya, kata dia, mesti orang yang mau bekerja secara profesional serta punya kompetensi yang tepat sesuai bidangnya.

"Kita menjamin transparansi dalam rekrutmen CPNS. Mereka yang lulus dipastikan betul-betul berdasarkan kompetensi, sesuai tes. Keterbukaan membuat tidak ada lagi orang yang lulus seleksi berdasarkan rekomendasi pejabat tertentu," terangnya.

Dalam rapat koordinasi itu, Asman di hadapan perwakilan PNS dari 185 kabupaten/kota se-Indonesia menekankan pentingnya manajemen aparatur sipil negara berbasis kualifikasi, kompetensi dan kinerja.

"PNS merupakan orang-orang pilihan. Bupati, gubernur, termasuk menteri pun tidak bisa bantu jadi CPNS sekarang. Yang bisa membantunya adalah kemampuan individunya. Ada tesnya, ada soal-soalnya. Kalau salah merencanakan dan salah merekrut, maka kita 30-50 tahun ke depan akan salah menanggung beban," pungkasnya.

(rul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi