alexametrics

Tak Hanya DNA, Tim DVI Pakai Metode Ini untuk Identivikasi Korban

2 November 2018, 13:43:26 WIB

JawaPos.com – Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri masih bekerja mengidentifikasi para korban Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat. Tak mau menunggu hasil tes DNA yang memakan waktu lama, sebisa mungkin mereka memakai metode lain untuk mencocokkan data dengan jenazah yang diterima.

“Tapi kalau tiba-tiba nanti muncul bagian tubuh yang ada cincinnya atau giginya itu kita bisa kerjakan. Jadi tergantung dari apa yang kita dapatkan. Bukan artinya mengandalkan DNA,” ujar Kepala tim DVI Polri Kombes Pol Lisda Cancer saat berbincang dengan JawaPos.com di Rumah Sakit Polri, Jakarta, Jumat (2/10).

Dia menerangkan, gigi termasuk data primer yang memudahkan proses identifikasi. Sebab, sifatnya yang terbilang masih utuh walaupun jenazah dalam kondisi apapun.

Tak Hanya DNA, Tim DVI Pakai Metode Ini untuk Identivikasi Korban
Infografis pesawat Lion Air jatuh (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Begitu pula dengan jari. Sidik jari bisa hilang tergantung lama tidaknya jenazah ditemukan. “Walaupun sudah lama, tergantung tim inafisnya. Dia bisa tekniknya. Kalau pengalaman Air Asia sebulan masih bisa (sidik jarinya diidentifikasi),” jelas Lisda.

Namun sayangnya, dari puluhan kantong jenazah yang diterima RS Polri, belum didapat data primer selain jenazah Jannatun Cintya Dewi. “Kebetulan bagian tubuh yang datang ini tidak ada data lain,” ungkap dia.

Sementara itu, Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Pol Haryanto mengatakan, pihaknya kembali mendapat tambahan sembilan kantong jenazah sejak sore kemarin. “Kalau dijumlah ada 24 (hari pertama), 24 (hari kedua), 8 (hari ketiga) dan 9 (hari keempat), total 65 (kantong jenazah),” tutur dia merinci.

Sebanyak 56 kantong yang datang hingga hari ketiga berisi 272 bagian tubuh. Sementara untuk sembilan kantong yang baru datang baru masih dalam pemeriksaan.

“Nanti kan direkonsiliasi sore ini dari situ kami akan tahu ada data apa saja di situ,” kata Haryanto.

Untuk data antemortem, pihaknya menerima sebanyak 255 laporan hingga tadi pagi. Terdiri dari 43 laporan dari Pangkalpinang dan 212 di RS Polri.

Dari jumlah tersebut telah diverifikasi sebanyak 189 laporan. Hal tersebut sesuai dengan data manifes penumpang Lion Air JT-610.

“Dari 189 ini ada DNA yang diperiksa sebanyak 152, intinya kami masih bekerja di fase 3 postmortem, semoga sore ini usai rekonsiliasi ada perkembangan,” pungkas Haryanto.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (dna/JPC)



Close Ads
Tak Hanya DNA, Tim DVI Pakai Metode Ini untuk Identivikasi Korban