alexametrics

Cegah Covid-19 di Desa, Wamendes Himbau Masyarakat Tidak Mudik

2 April 2020, 20:15:25 WIB

JawaPos.com – Pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak melakukan mudik di hari raya Lebaran tahun ini. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) pun menyatakan kalau pembatasan tersebut harus dilakukan.

“Desa harus di lindungi dari pemudik. Sebab, mudik di hari raya lebaran pasti akan melibatkan mobilisasi puluhan hingga ratusan juta orang,” ungkap Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi dalam siaran pers, Kamis (2/4).

Dalam hal ini, seluruh desa pun diminta untuk berhati-hati atas kedatangan para pemudik yang bisa menjadi carrier virus Covid-19. Sebab, dengan adanya mobilisasi puluhan hingga ratusan juta orang dapat menjadi bumerang bagi masyarakat yang ada di daerah.

Alasan pihaknya mendukung adanya pelarangan mudik, yakni karena desa harus tetap menjadi pusa produksi untuk mensuplai barang-barang kebutuhan dasar, terutama pengiriman pangan ke kota-kota besar.

Kalau desa hancur bagaimana orang kota dan kaum urbamln mau makan? Desa harus tetap menjadi lumbung pangan jika pergerakan ekonomi dan produksi di kota melambat atau lumpuh seperti belakangan ini,” ujarnya.

Ia pun kembali berujar, jika akses ke desa dibuka, struktur sosial serta produksi bangsa bisa hancur dengan adanya virus Covid-19 yang masuk ke desa.

“Seluruh kepala desa, perangkat desa, relawan desa dan seluruh warga desa sudah siap dan mengantisipasi serius soal wabah Covid 19, tapi beban nya jangan di tambah dengan arus mudik. Desa harus kita lindungi dari para pemudik, ” tutup Budi.

Sebelumnya, Menteri Sekertaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengklarifikasi pernyataan juru bicara Presiden Fadjroel Rachman terkait diperbolehkannya warga untuk kembali ke kampung halamannya di tengah mewabahnya virus korona atau Covid-19. Namun, pernyataan yang benar pemerintah berupaya mengajak masyarakat untuk tidak mudik.

“Yang benar adalah, pemerintah mengajak dan berupaya keras agar masyarakat tidak perlu mudik,” kata Pratikno kepada wartawan, Kamis (2/4).

Pratikno menyampaikan, pemerintah telah menyiapkan bantuan sosial (Bansos) khususnya untuk 3,6 juta warga DKI Jakarta yang perekonomiannya terdampak wabah Covid-19. Adanya Bansos ini diharapkan, masyarakat tidak pulang ke kampung halamannya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads