alexametrics

Fakta-fakta Pemulangan 69 ABK Diamond Princess dari Jepang

2 Maret 2020, 15:01:54 WIB

JawaPos.com – Tadi malam pukul 23.00, pesawat yang membawa 69 anak buah kapal (ABK) Diamond Princess tiba di Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Meski sudah mengantongi surat sehat dari pemerintah Jepang, mereka tetap akan menjalani observasi 14 hari di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. Hanya, gedung yang ditempati tidak sama dengan yang digunakan ABK World Dream.

Ke-69 kru kapal pesiar Diamond Princess bersama 23 tim penjemput lepas landas dari Bandara Haneda, Jepang, pukul 17.27 waktu setempat.

Perjalanan menuju Indonesia ditempuh dalam enam jam. Dari Bandara Kertajati perjalanan dilanjutkan ke Pelabuhan PLTU Indramayu.

KRI dr Soeharso sudah menunggu di Pelabuhan PLTU Indramayu. Kapal rumah sakit milik TNI itulah yang akan membawa 69 ABK Diamond Princess dan 23 tim penjemput ke Pulau Sebaru Kecil.

Semula Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa di antara 78 kru, hanya 68 orang yang kembali. Sebab, delapan orang masih dirawat di rumah sakit di Jepang karena positif virus korona (Covid-19). Dua lainnya tidak ikut pulang karena memilih tetap bekerja di kapal Diamond Princess.

Namun, satu di antara delapan orang tersebut ternyata sudah dinyatakan sembuh oleh otoritas Jepang sehingga bisa kembali ke Indonesia. ”Tadi sebelum naik pesawat sudah dilakukan pemeriksaan dan alhamdulillah dari 69 ini semua tidak ada yang panas. Tidak ada yang batuk, tidak ada yang sesak. Artinya, mereka memenuhi persyaratan untuk kembali,” tutur Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Achmad Yurianto kemarin di Bandara Kertajati.

Pemerintah, kata dia, telah melakukan pencegahan penularan setelah mereka diterima kru penjemput. Di pesawat Garuda Indonesia dengan kode penerbangan GA8750, seluruh ABK yang dijemput ditempatkan di belakang. Selain itu, ada sekat-sekat yang dilapisi plastik. Tim penjemput pun menggunakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap.

Yuri –sapaan akrab Achmad Yurianto– menyatakan bahwa seluruh tim dari Jepang akan didisinfeksi. ”Setelah itu, akan masuk ke KRI Soeharso,” tuturnya. Selanjutnya, di KRI Soeharso dilanjutkan pemeriksaan kesehatan, termasuk pengambilan spesimen. ”Tim ini dikerjakan dari KKP Priok dan dari Litbangkes,” imbuhnya.

Jika ditemukan ada yang positif terpapar virus tersebut, akan dilakukan clustering. Yang positif dipisahkan. Namun, jika hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan tidak ada yang positif, akan dicampur. ”Tetapi, untuk skenario clustering tetap kami siapkan manakala di antara mereka ada yang menjadi sakit ataupun pada pemeriksaan yang berikutnya menjadi positif,” terang dia.

ABK Diamond Princess dan tim penjemput ditempatkan di kompleks yang sama dengan ABK World Dream yang tiba di Pulau Sebaru Kecil pada Jumat (28/2). Yuri mengungkapkan, dalam kompleks tersebut terdapat delapan bangunan besar dua lantai. Satu blok bangunan digunakan untuk 69 ABK Diamond Princess. Sisanya digunakan untuk ABK World Dream. ”Jaraknya satu kompleks 50 meter,” tuturnya.

Untuk pemeriksaan spesimen di Balitbangkes, akumulasi sejak Januari hingga kemarin mencapai 143 spesimen. Seluruhnya dinyatakan negatif. Ketika sudah dinyatakan negatif, mereka yang suspect Covid-19 dipulangkan. Ke-143 spesimen tersebut dikirim dari 44 rumah sakit di 22 provinsi. ”Kalau orangnya tidak sakit, kenapa harus dirawat di rumah sakit,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan, Kertajati dipilih sebagai tempat landing lantaran di bandara itu belum terlalu banyak pergerakan pesawat. ”Kemudian, penerbangan terakhir di Bandara Kertajati, yaitu jam 9 malam,” katanya.

Alasan lainnya adalah apron yang luas. Rencananya, pesawat yang digunakan untuk menjemput WNI yang bekerja di kapal Diamond Princess akan diparkir selama tiga hari untuk dilakukan sterilisasi oleh Kemenkes. (lyn/c10/fal)

Saksikan video terkait virus korona berikut ini:

Video lainnya terkait virus korona:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c10/fal



Close Ads