
Menko Infra AHY mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan sejumlah stakeholder untuk membahas restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. (Dimas Choirul/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pihaknya sudah bertemu dengan sejumlah stakeholder untuk membahas restrukturisasi keuangan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
Menurut AHY, hal tersebut menjadi penentu langkah pengembangan kereta Jakarta-Surabaya selanjutnya.
“Dan beberapa saat yang lalu saya duduk bersama dengan Menteri Keuangan dan sebelumnya juga dengan CEO Danantara, termasuk Menteri Perhubungan dan semua stakeholder yang terkait untuk membahas restrukturisasi keuangan KCJB (Kereta Cepat Jakarta-Bandung) karena itu juga akan menentukan langkah berikutnya, karena kita ingin mengembangkan kereta cepat Jakarta-Surabaya,” kata AHY di kantornya, Senin (26/1).
Dikatakan AHY, proyek tersebut berskala besar karena akan melintasi banyak daerah. Sehingga, pemerintah perlu memastikan rute dan lahan dengan matang agar tidak timbul masalah di kemudian hari.
"Dan tentunya kita juga belajar dari pengalaman terdahulu mana yang bisa menjadi best practice tapi juga mana yang tidak harus diulangi kembali agar segala sesuatunya berjalan lebih baik, ya,” terang AHY.
Sebelumnya diberitakan, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria membeberkan skema pembagian porsi pembayaran utang Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) atau layanan Whoosh. Ia menegaskan, restrukturisasi utang yang tengah dibahas pemerintah merupakan solusi terbaik dan akan dibagi sesuai tanggung jawab masing-masing pihak.
"Masalah restrukturisasinya juga sudah disampaikan oleh Pak Presiden. Tentu melibatkan pemerintah dan Danantara. Nah ini juga solusi terbaik," kata Dony kepada awak media di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Lebih lanjut Donny juga menyampaikan bahwa porsi pembayaran antara pemerintah dan Danantara telah digarisbawahi secara jelas sebagaimana sudah diketahui pulai oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, Danantara bakal menanggung biaya yang berkaitan dengan operasional layanan Whoosh, sementara pemerintah akan bertanggung jawab pada sisi infrastruktur.
"Tentunya mana yang porsinya Danantara tentu akan dilakukan oleh Danantara, terutama sekali berkaitan operasional daripada Whoosh. Dan juga ada porsinya pemerintah tentunya yang berkaitan dengan infrastruktur," lanjutnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
