
Menteri PU Dody Hanggodo saat konferensi pers Laporan Penanganan Pascabencana Alam di 3 Provinsi Sumatera, di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1). (Istimewa)
JawaPos.com – Pemerintah menargetkan tidak ada lagi korban bencana di wilayah Sumatera yang harus bertahan di pengungsian saat bulan suci Ramadhan. Itu sebabnya, pemerintah terus melakukan percepatan terhadap pembangunan hunian bagi para korban bencara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan alasan pemerintah yang tidak ingin melihat para korban bencana masih tinggal di tenda pengungsian saat Ramadan tiba. Salah satunya, karena bulan Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk beribadah secara maksimal.
“Sudah mau bulan Ramadan, nggak mungkin bulan Ramadan rekan-rekan kita masih di pengungsian, itu juga saya tidak mau,” ujar Dody dalam konferensi pers Laporan Penanganan Pascabencana Alam di 3 Provinsi Sumatera, di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1).
Karena itu, ia mendorong percepatan penyelesaian pembangunan rumah hunian bagi warga terdampak bencana. Dody menyebut, pemerintah pusat dan daerah kini bekerja ekstra agar proses pembangunan tidak berlarut-larut.
“Itu kemudian, saya benar-benar dorong nih, rumah hunian itu harus segera secepat-cepatnya diselesaikan,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Dody juga mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga telah meminta agar bantuan untuk hunian rusak ringan dan sedang segera dibayarkan. Langkah tersebut dinilai krusial agar masyarakat bisa segera keluar dari tenda pengungsian dan kembali ke tempat tinggal yang lebih layak.
“Malah Pak Mendagri juga sudah menyampaikan agar bantuan untuk hunian ringan dan sedang segera dibayar, sehingga bisa keluar dari pengungsian, dari tenda,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dody menekankan target pemerintah agar saat Ramadan tiba, tidak ada lagi korban bencana yang tinggal di pengungsian.
“Jadi, kita semua bekerja keras agar pada saat Ramadan itu, kalau bisa 0 di tenda (pengungsian),” tegas Dody.
Selain hunian, pemerintah juga memperhatikan sarana pendukung ibadah. Dody menyebut pembangunan fasilitas air bersih menjadi prioritas, terutama untuk kebutuhan wudhu di masjid dan mushola.
“Makanya kemudian, banyak sumur-sumur dalam, bukan sumur yang dangkal, karena kita pakai wudhu kan, itu kita kerjakan di mushola-mushola, di masjid-masjid,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Dody menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak bencana sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan para korban terlalu lama hidup di pengungsian.
“Sekali lagi saya mohon maaf, tapi bapak-ibu sekalian nggak ada niatan sama sekali untuk berlama-lama,” pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
