
Gerak cepat SPPG Sukoharjo mendapati adanya zat berbahaya pada buah anggur di menu MBG. (Istimewa)
JawaPos.com - Polres Sukoharjo melakukan tindakan cepat setelah mendapat laporan dari Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) bahwa ada indikasi zat berbahaya pada buah anggur jenis muscat. Buah itu sejatinya menjadi salah satu menu dalam program makan bergizi gratis (MBG). Namun, sebelum disajikan tim SPPG melakukan Food Safety dan mendapatkan indikasi zat berbahaya pada Kamis (5/11).
Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur keamanan pangan yang diterapkan di seluruh SPPG Polri. “Begitu ditemukan indikasi bahan yang berpotensi berbahaya, kami langsung menarik bahan tersebut dari dapur penyajian. Tidak boleh ada satu pun makanan berisiko sampai ke penerima manfaat,” tegas AKBP Anggaito Hadi Prabowo.
Dia menjelaskan, Food Safety merupakan pemeriksaan rutin dilakukan secara berkala oleh tim Sie Dokkes Polres Sukoharjo bersama Kasie Dokkes, mencakup uji organoleptik dan kimia terhadap setiap menu.
Untuk pemeriksaan kali ini, menu utama, nasi putih, telur puyuh asam manis, tempe goreng, sayur sop, dan buah kelengkeng. Semua itu dinyatakan aman dan bebas dari arsenik, formaldehid, serta nitrit. Kandungan gizinya juga memenuhi standar seimbang dengan total 553,3 kkal energi, 18,7 gram protein, 25,4 gram lemak, dan 64,4 gram karbohidrat.
Namun, pada menu hari berikutnya yang terdiri atas roti, susu, dan buah anggur muscat, alat uji cepat merek Alder menunjukkan hasil positif adanya zat yang tidak layak konsumsi.
Menyikapi hal ini, tim langsung menarik seluruh buah anggur dari dapur, memisahkannya dari bahan lain, serta menggantinya dengan buah pengganti yang sudah teruji aman. Bahan pangan yang dicurigai kemudian diamankan untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium.
Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) ikut menilai langkah cepat tersebut sebagai tindakan tepat sesuai prinsip keamanan pangan. Pejabat BPOM Muhammad Fajar Arifin menjelaskan, hasil uji cepat bersifat screening test awal dan perlu dikonfirmasi lewat pemeriksaan laboratorium terakreditasi.
“Langkah Polri menghentikan penyajian bahan itu sudah sangat sesuai prosedur dan menunjukkan sistem pengawasan yang berjalan baik,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan tambahan dari Bidlabfor Polda Jateng kemudian menunjukkan hasil negatif terhadap keberadaan zat berbahaya di kulit dan daging buah anggur. Perbedaan hasil uji dianggap wajar karena perbedaan metode dan sensitivitas alat, namun seluruh proses menunjukkan penerapan prinsip kehati-hatian yang tinggi dari jajaran Polri.
Proses pengawasan ini juga melibatkan Dinas Pangan Kabupaten Sukoharjo, yang memastikan rantai distribusi bahan pangan di wilayahnya tetap terkendali dan sesuai standar. Kolaborasi lintas lembaga tersebut dinilai memperkuat sistem pengawasan pangan dalam program MBG Polri.
Sementara itu, Kasatgas Makan Bergizi Gratis Polri Irjen Pol. Nurworo Danang menilai, temuan di Sukoharjo sebagai bukti nyata bahwa sistem pengawasan di lapangan berjalan efektif.
“Begitu ada indikasi bahan berbahaya, sistem langsung mendeteksi sebelum makanan disalurkan. Ini bukti bahwa prosedur pengawasan berjalan dan disiplin dijaga,” ujar Irjen Nurworo.
Dia menambahkan saat ini terdapat 233 SPPG Polri yang beroperasi di seluruh Indonesia, dan semuanya diwajibkan menjalankan pemeriksaan Food Safety setiap hari secara berjenjang. Temuan indikasi zat berbahaya di Sukoharjo juga akan ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan sumber asal bahan, termasuk kemungkinan residu pestisida dari rantai distribusi.
Melalui sistem pemeriksaan rutin dan pengawasan ketat, program Makan Bergizi Gratis Polri terus menunjukkan komitmen dalam menjaga mutu dan keamanan pangan bagi masyarakat.

Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Skor DPMM FC vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026: Misi Dalberto Tebar Pesona di Klub Baru!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
An Se Young Mundur dari China Open 2026 karena Cedera, Fokus Pulihkan Kondisi Jelang Kejuaraan Dunia
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
