Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 September 2025 | 15.52 WIB

Aktivis Perdamaian Irfan Amalee Bangun Dua Masjid Pakai 12 Ton Sampah Plastik, Berhasil Selamatkan 8.000 Pohon

Peletakan batu pertama pembangunan masjid Ar-Rahman dan Ar-Rahim di Peacesantren Welas Asih Garut. Pembangunan masjid kembar itu memanfaatkan 12 ton sampah. (Istimewa) - Image

Peletakan batu pertama pembangunan masjid Ar-Rahman dan Ar-Rahim di Peacesantren Welas Asih Garut. Pembangunan masjid kembar itu memanfaatkan 12 ton sampah. (Istimewa)

JawaPos.com - Pondok pesantren Peacesantren Welas Asih di Garut punya cara unik melestarikan lingkungan. Mereka memanfaatkan sampah plastik untuk membangun masjid. Tidak tanggung-tanggung, sampah plastik yang digunakan mencapai 12 ton.

Untuk diketahui pondok pesantren Peacesantren Welas Asih didirikan oleh aktivis perdamaian sekaligus penulis buku Irfan Amalee pada 2021 lalu. Saat ini Peacesantren Welas Asih sedang mengerjakan pembangunan masjid kembar bernama Ar-Rahman dan Ar-Rahim.

Menariknya, material yang digunakan untuk membangun masjid kembar itu adalah sampah plastik. Total sampah plastik yang akan digunakan mencapai 12 ton. Sejak pesantren Peacesantren Welas Asih berdiri, Irfan Amalee menaruh perhatian terhadap kelestarian lingkungan. Khususnya mengatasi persoalan-persoalan sampah.

Peletakan batu pertama masjid kembar Ar-Rahman dan Ar-Rahim itu dihadiri Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (14/9). Dia merasa bangga mendengar informasi bahwa masjid kembar itu akan dibangun menggunakan 12 ton sampah plastik.

"Yang membuat saya sebagai Menteri Kehutanan tergerak adalah pemanfaatan 12 ton sampah plastik ini diperkirakan setara dengan menyelamatkan 8.000 batang pohon dari penebangan," ujar Raja.

Pembangunan Masjid Ar-Rahman dan Ar-Rahim itu mengusung konsep ramah lingkungan. Dengan menggunakan bahan baku yang berasal dari limbah organik dan anorganik. Selain 12 ton limbah plastik, pembangunan masjid ini juga menggunakan 24 ton limbah gabah padi.

Raja berharap masjid kembar itu menjadi inspirasi bagi pembangunan masjid maupun bangunan publik lain. Sehingga masalah sampah dapat serta niat membangun menjadi aksi menyelamatkan hutan.

Bagi dia masjid kembar itu sebuah purwarupa yang bisa menginspirasi pembangunan masjid-masjid lain. Termasuk rumah ibadah lain seperti gereja, pura, vihara, dan bangunan publik lainnya di seluruh Indonesia. "Mengubah masalah sampah menjadi berkah, dan mengubah niat membangun menjadi aksi nyata menyelamatkan hutan," jelasnya.

Upaya pesantren Peacesantren Welas Asih dalam menjaga lingkungan sudah dimulai sejak lama. Seperti mengasah kemampuan santri untuk ikut menjaga lingkungan. Misalnya inovasi santri menggunakan kalender abadi bernama Perpetual Calendar. Kalender ini menggantikan kalender yang umumnya terbuat dari kertas. Alasannya untuk mengurangi pemanfaatan kertas, yang sumbernya dari pohon.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore