Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 Juli 2025 | 16.47 WIB

Desa Punya Peran Penting Untuk Kemajuan, Mendes Yandri Ungkap Kunci Memberantas Kemiskinan Adalah Ekonomi Merata

Menteri Desa dan PDTT Yandri Susanto saat mengikuti Rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Menteri Desa dan PDTT Yandri Susanto saat mengikuti Rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/4/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut, kemajuan desa sangat penting dalam menekan angka kemiskinan. Desa dianggap menjadi kunci kemajuan sebuah negara.

Hal itu disampaikan Yandri saat menjadi keynote speaker dalam sarasehan Pemuda Indonesia yang digelar oleh DPP KNPI di aula kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Palangkaraya.

Yandi mengatakan, Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita memuat tentang pegembangan desa. Dalam poin keenam, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“Ini dua sisi mata uang, pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. Jadi kalau ekonomi sudah merata Insyaallah kemiskinan akan bisa kita atasi atau kita berantas. Maka Asta Cita ke-6 ini penting kita sama-sama sukseskan,” ujar Yandri.

Program-program utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sekarang pun banyak yang terfokis di desa, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih hingga Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Untuk itu, ia mengajak pemuda yang hadir dalam acara Rapimpurnas KNPI 2025 ini untuk berkomitmen dan menyukseskan program-program tersebut. Ia menilai pemuda memegang peranan penting dalam estafet kepemimpinan, estafet pembangunan, dan pemudalah yang menyelamatkan bangsa Indonesia di masa-masa yang akan datang.

“Siklus ekonomi ada BUM Desa, Kopdes Merah Putih dan MBG, ini perannya bisa diambil oleh pemuda. Ayo kita sambut Program Bapak Presiden Prabowo untuk menuju Indonesia emas 2045. Jangan sampai pemuda sebagai penonton, tidak boleh, pemuda harus kerja nyata, desa mana yang mau digarap, Kopdes mana yang mau digarap,” jelasnya.

Mantan Wakil Ketua MPR ini mengatakan, Indonesia akan memasuki puncak bonus demografi pada tahun 2030 hingga 2045. Menurutnya, bonus demografi harus disambut dengan baik guna mewujudkan Indonesia emas.

Dengan adanya bonus demografi tersebut, akan menjadi momentum bangsa Indonesia untuk menjadi pemain utama di dunia internasional. Dan kunci utama untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan komitmen para pemudanya.

Ia mengatakan, dalam menatap masa depan Indonesia yang lebih baik, kuncinya ada di pemuda. Fenomena urbanisasi besar-besaran yang terjadi di Jepang dan Korea Selatan diharapkan tidak dialami oleh Indonesia. Saat ini kedua negara tersebut sedang mengalami persoalan serius karena masyarakatnya berbondong-bondong meninggalkan desa, dan memilih hidup di perkotaan.

Pertumbuhan ekonomi di Jepang dan Korea Selatan mengalami kontraksi atau minus dalam beberapa waktu terakhir. Selain itu, pertumbuhan penduduk di kedua negara tersebut juga mengalami penurunan yang sangat signifikan.

“Yang penting jangan sampai urbanisasi yang ada di Jepang dan Korea Selatan menghampiri Indonesia. Kita ciptakan gula-gula di desa, Insya Allah arus urbanisasi, arus pergerakan manusia dari desa ke kota bisa kita stop dengan memajukan dan membahagiakan warga desa,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore