Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta pada Selasa (18/2). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com).
JawaPos.com - Sempat dua kali tertunda pada akhir 2024 dan awal 2025, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjadwalkan kembali pelaksanaan Indo Defence pada Juni tahun ini. Mereka memastikan bahwa agenda pameran industri pertahanan (inhan) tersebut tidak akan terpengaruh oleh kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah.
Menurut Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan (Setjen Kemhan) Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas, anggaran pelaksanaan Indo Defence sudah dialokasikan jauh sebelum kebijakan efisiensi anggaran diambil oleh pemerintah. Selain itu, pelaksanaan pameran inhan yang dilakukan dua tahun sekali tersebut juga tidak sepenuhnya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
”Perlu saya tekankan Indo Defence itu sebenarnya sebelum efisiensi itu dilakukan (sudah terjadwal). Indo Defence seharusnya dilaksanakan tahun lalu di bulan November. Namun karena kita tahu bahwa tahun lalu itu di tengah-tengah kita melaksanakan pesta politik, ada pilpres, kemudian juga penyiapan untuk pileg, sehingga prioritas pemerintah itu fokus kepada proses demokrasi,” imbuhnya.
Tahun ini, setelah seluruh rangkaian pesta demokrasi selesai, Kemhan menjadwalkan Indo Defence berlangsung pada Januari. Namun demikian, dengan dinamika yang muncul, akhirnya diputuskan bahwa pameran tersebut berlangsung pada Juni nanti.
”Terkait dengan efisiensi. Jadi, memang anggarannya juga anggaran yang memang sudah dialokasikan di tahun sebelumnya, jauh sebelum diambil kebijakan efisiensi. Dan Indo Defence juga tidak murni menggunakan APBN. Karena nantinya akan mengundang dari pihak-pihak swasta dari luar negeri, pihak-pihak lain dari negara lain yang akan berpartisipasi, industri pertahanan dalam dan luar negeri,” jelasnya.
Sebaliknya, lanjut Frega, Kemhan melihat bahwa Indo Defence merupakan sebuah peluang. Khususnya di bidang inhan. Sebab, dalam pameran tersebut bakal hadir banyak inhan swasta dari berbagai negara. Juga inhan pelat merah dan swasta dalam negeri.
”Ketika kita membuka pintu dengan Indo Defence, ada kerja sama yang memang bisa dikonkritkan. Dan bahkan kita bisa mempromosikan juga industri pertahanan kita. Sehingga secara ekonomi justru akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” imbuhnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
