Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Januari 2025 | 02.59 WIB

Pelantikan Rudi Valinka Tuai Sorotan, Wamenkomdigi Nezar: Kita Lihat CV dan Beri Perhatian Terhadap Skill yang Dia Miliki

Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria. (Nanda Prayoga/JawaPos.com).

JawaPos.com - Pelantikan Rudi Sutanto alias Rudi Valinka sebagai Staf Khusus Bidang Strategi dan Komunikasi menuai sorotan. Pasalnya, Rudi sebelumnya diduga sebagai buzzer pemilik akun Twitter Kurawa yang kerap membela Joko Widodo (Jokowi) saat menjadi presiden.
 
Menanggapi hal ini, Wakil Menteri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria menjelaskan, dalam proses perekrutan, Komdigi sejatinya telah melihat CV dari Rudi, sehingga memutuskan untuk merekrutnya sebagai stafsus.
 
“Kita lebih melihat kepada CV-nya gitu ya, kita melihat CV-nya dan kita memberikan perhatian terhadap skill yang dia miliki,” kata Nezar saat ditemui di Menara Global, Jakarta Selatan, Rabu (15/1).
 
Dia menekankan, yang paling penting adalah Rudi telah menandatangani Pakta Integritas. Hal ini mengharuskannya untuk menjaga integritas sekaligus menjalankan program Komdigi semenjak dilantik sebagai stafsus.
 
“Beliau juga sudah menandatangani Pakta Integritas dan tentu saja akan mengikuti semua program-program yang sudah digariskan oleh Komdigi karena sudah bergabung dengan pemerintahan, maka tugas-tugas staf khususnya itu akan lebih dikedepankan,” ungkap dia. 
 
 
Terkait tugasnya nanti, Nezar merasa yakin bahwa Rudi memiliki keahlian di bidang digital media strategis, seperti halnya strategi dan ekologi komunikasi yang mencakup media sosial dan konvensional. Menurutnya, bidang ini membutuhkan tenaga cakap seperti Rudi Sutanto.
 
“Jadi pak Rudi Sutanto ini, dia kan digital media strategis. Dia punya keahlian itu dan dia kita pilih untuk membantu kementerian sebagai staf khusus karena profesionalitas dia itu, kita juga sudah berdiskusi banyak dengan pak Rudi Sutanto ini,” tukas Nezar.
 
Sementara itu, terkait proses pengangkatan stafsus, Nezar menekankan semuanya telah melalui proses evaluasi yang ketat. 
 
“Semua stafsus ini kan sudah dievaluasi, artinya background check sudah dilakukan oleh Komdigi. (Kalau PPATK dan BIN) itu ada proses sendiri,” tutup dia.
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore