Ratusan prajurit petarung Korps Marinir melaksanakan Upacara Tradisi Pembaretan di Pantai Baruna Kondang Iwak, Jawa Timur pada Sabtu (14/9). (Dok. Marinir)
JawaPos.com - Sebelum menjalani Upacara Tradisi Pemberetan yang dipimpin secara langsung oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi, para prajurit Korps Marinir harus melalui lima tahapan latihan yang super keras.
Tidak satu pun dari rangkaian latihan tersebut boleh dilewatkan. Jika ingin mendapat baret ungu dan menjadi prajurit petarung Korps Marinir, mereka harus mampu melalui setiap tahap latihan tersebut.
Lima tahap latihan yang berat dan tidak mudah itu terdiri atas tahap dasar komando, kemudian berlanjut ke tahap kemampuan dan ketahanan di laut, tahap pertempuran hutan, tahap teknik dan taktik perang gerilya, serta tahap lintas medan dari Banyuwangi sampai Pantai Baruna Kondang Iwak yang berada di wilayah Malang Selatan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Lima tahap latihan itu diberikan sebagai bekal untuk para prajurit Korps Marinir tersebut.
Tanpa tekad dan mental yang kuat serta kemampuan fisik, psikis, dan kecerdasan yang tinggi, lima tahap latihan tersebut tidak akan mampu dilalui. Korps Marinir membekali para prajurit mereka melalui lima tahap latihan itu agar mereka menjadi prajurit petarung yang profesional, modern, dan tangguh.
”Sehingga menjadikan Prajurit Pasukan Pendarat Amfibi yang siap ditempatkan di seluruh penjuru Tanah Air Indonesia,” tulis pihak Korps Marinir dalam keterang resmi mereka pada Minggu (15/9).
Berdasar data dari Korps Marinir, total 461 prajurit petarung yang mengikuti Upacara Tradisi Pembaretan itu terdiri atas 119 prajurit yang mengikuti Pendidikan Pertama Bintara (Dikmaba) Angkatan XLIII/2 dan 342 prajurit menjalani Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) Angkatan XLIII/2. Mereka digembleng dalam latihan yang keras dan ketat selama 90 hari di Kawah Candradimuka Pendidikan Komando (Dikko) Korps Marinir sebagai angkatan ke-174.
Dalam amanatnya, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Endi Supardi menyampaikan bahwa mereka harus bangga menjadi prajurit Korps Marinir. Sebab, Korps Marinir selalu menjadi kebanggaan dan andalan negara. ”Kalian semua adalah prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang profesional, tangguh, religius dan humanis serta senantiasa siap tampil sebagai garda terdepan dalam membela dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
