Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 September 2024 | 16.12 WIB

Jalankan Amanah UU Disabilitas, Kemenag Hadirkan Mushaf Alquran Braille dan Isyarat

Unit Percetakan Alquran (UPQ) Kemenag membagikan mushaf Alquran dan sejumlah buku di Expo MTQ Nasional di Samarinda (12/9). (Humas Kemenag) - Image

Unit Percetakan Alquran (UPQ) Kemenag membagikan mushaf Alquran dan sejumlah buku di Expo MTQ Nasional di Samarinda (12/9). (Humas Kemenag)

 
 
JawaPos.com - Sesuai dengan Undang-Undang 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas, ada kewajiban bagi pemerintah untuk memenuhi hak atau akses terhadap mushaf Alquran. Sehingga para disabilitas yang beragama Islam, tetap bisa membaca Alquran sesuai dengan kemampuan mereka. 
 
Kementerian Agama (Kemenag) berupaya memenuhi amanah undang-undang tersebut. Di ajang Expo MTQ Nasional XXX di Samarinda, mereka mengenalkan mushaf Alquran Braille dan mushaf Alquran Isyarat untuk masyarakat umum. Sesuai dengan namanya, mushaf Alquran Braille dibuat untuk memenuhi kebutuhan penyandang tuna netra. 
 
Sedangkan mushaf Alquran Isyarat dibuat untuk disabilitas Sensorik Rungu Wicara. Kepala UPQ Kemenag Jamaluddin M. Marki menjelaskan, dalam Expo MTQ Nasional itu, mereka tidak hanya membagikan mushaf Al-Qur’an biasa. Melainkan juga memamerkan berbagai produk UPQ Kemenag lainnya. 
 
Seperti mushaf Al-Qur’an, Al-Qur’an terjemahan ke bahasa daerah, Mushaf Al-Qur’an Braille, dan Mushaf Al-Qur’an Isyarat. "Sesuai arahan Menteri Agama, UPQ yang sedang memproduksi Mushaf Al-Qur’an Braille dan Mushaf Al-Qur’an Isyarat," kata Jamaluddin dalam keterangannya Kamis (12/9) malam.
 
Dia mengatakan, metode Kitabah ini sebagai upaya Kemenag untuk memenuhi dan mewujudkan akses salah satu kebutuhan literasi keagamaan. Khususnya bagi pemenuhan hak literasi keagamaan bagi para penyandang disabilitas. Sesuai dengan amanat Undang-Undang 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas. "Kemudahan akses layanan kitab suci ini juga sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang Disabilitas," sambung Jamal. 
 
Dalam kesempatan yang sama Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam Kemenag Nur Rahmawati menekankan pentingnya literasi keislaman dalam memperkuat pemahaman agama masyarakat. Buku-buku keislaman yang diterbitkan Kemenag, menurutnya membantu memperluas wawasan masyarakat mengenai ajaran Islam, sejarah, moderasi beragama, dan lainnya.
 
"Buku-buku keIslaman yang kami bagikan ini bisa menjadi sumber pengetahuan yang bermanfaat, membantu masyarakat memahami Islam secara lebih mendalam dan menciptakan generasi yang bijaksana dalam beragama," ujar Nur.
 
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana MTQ Nasional Rijal Ahmad Rangkuty mengatakan bahwa mushaf Alquran dan buku-buku keislaman memiliki peran krusial dalam memperkuat pemahaman umat Islam terhadap ajaran agama. Ia menyebut, Alquran adalah sumber utama petunjuk hidup yang harus selalu diakses oleh setiap umat, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
 
"Kami berharap dengan adanya pembagian mushaf Alquran dan buku-buku keislaman ini, masyarakat semakin terdorong untuk mendalami dan mengamalkan ajaran Islam secara lebih baik," kata Rijal yang juga Kepala Subdirektorat Lembaga Tilawah dan Musabaqah Al-Qur'an dan Al-Hadits Kemenag itu. 
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore