Potret kapal selam kelas scorpene buatan Naval Group, Perancis. (Dok. Kemhan)
JawaPos.com - Kapal selam scorpene akan memperkuat armada Satuan Kapal Selam (Satkalsel) TNI AL. Sebagai orang nomor satu di Angkatan Laut, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan bahwa alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut sangat dibutuhkan. Selain peran, kemampuan kapal selam juga penting.
Kapal selam scorpene buatan Naval Group, Prancis, memiliki banyak keunggulan. Berdasar data dari Kemhan, kapal selam kelas 1800-2800 itu sudah dilengkapi dengan Advanced and Improved Propulsion (AIP). Panjang kapal selam tersebut mencapai 71 meter. Sementara kecepatan maksimumnya saat menyelam bisa mencapai 20 knot.
”Kapal (selam scorpene) yang akan diproduksi itu kapal yang canggih, jadi scorpenenya bukan scorpene biasa. Tapi, ini evolved, ini generasi terakhir dari scorpene,” ungkap Ali dalam wawancara dengan awak media beberapa waktu lalu.
Data Kemhan menyebut, kapal selam scorpene yang akan memperkuat TNI AL sudah dilengkapi dengan torpedo Black Shark, Missile SM 39 serta dapat dipasangi Torpedo F21. Tidak hanya itu, alutsista strategis Angkatan Laut tersebut sudah dilengkapi non akustik sensor dan sistem komunikasi. Kemampuan indiscretion rate-nya juga tinggi. Mencapai 4,5 persen.
Dengan kemampuan indiscretion rate tersebut, kapal selam scorpene tidak terdeteksi oleh musuh saat beroperasi di bawah air. Keunggulan lainnya dari kapal selam tersebut adalah Full Lithium Ion Battery. dengan Full Lithium Ion Battery, kapal selam scorpene dapat beroperasi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Itu sesuai dengan kebutuhan TNI AL.
”Pertimbangannya tentu yang kami inginkan adalah kapal selam yang bisa berada di bawah laut selama mungkin. Jadi, itu yang kAMI inginkan, yang lebih baik dari (kapal selam) yang kami punya saat ini,” terang Ali usai memperingati HUT ke-79 TNI AL.
Sistem senjata dan teknologi baterai pada kapal selam scorpen dilengkapi dengan Teknologi Acoustic Discretion Technology for Minimising Radiated Noise dan Planar Array. Teknologi Planar Array adalah jenis antena di lingkungan laut yang dapat mendeteksi dan menganalisis informasi secara lebih akurat dan cepat saat kapal selam beroperasi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
