Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Agustus 2024 | 18.20 WIB

Jadi Korban Demo Tolak Revisi UU Pilkada, Mata Kiri Andi Alami Cedera Serius, Butuh Operasi Lanjutan

Andi Andriana. - Image

Andi Andriana.

JawaPos.com - Andi Andriana, mahasiswa semester V Universitas Bale Bandung (Unibba), harus menjalani operasi mata. Dia diduga terkena lemparan batu dari arah aparat kepolisian saat kericuhan terjadi. Radar Bandung melaporkan, mahasiswa prodi ilmu pemerintahan itu mengalami cedera serius di mata kiri saat turut berdemonstrasi menolak revisi Undang-Undang Pilkada pada Kamis (22/8) malam di depan gedung DPRD Jawa Barat di Kota Bandung .

Dia kini dirawat di RS Mata Cicendo, Kota Bandung.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unibba Fauzi Septian menyebut kondisi mata Andi sangat mengkhawatirkan. Operasi lanjutan diperlukan untuk menyelamatkan sisa penglihatannya. ’’Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tindakan represif dari aparat kepolisian tidak bisa dibiarkan begitu saja,’’ ujar Fauzi kemarin (23/8).

Dia memaparkan, insiden itu bermula ketika korban bersama tiga temannya bergabung dengan massa aksi di gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Situasi mulai memanas sekitar pukul 16.00. Namun, kericuhan baru benar-benar pecah pukul 17.30 WIB.

’’Dalam upaya menyelamatkan diri, sebagian besar massa dievakuasi ke titik aman seperti Gedung Sate. Di tengah kepanikan itu, Andi bersama temannya, Jawir, memutuskan untuk kembali memeriksa keadaan dan membantu peserta aksi lainnya,’’ ungkapnya.

Sayang, ketika mencoba memperbaiki sepatunya yang terlepas, Andi terjatuh. ’’Dan saat bangkit, sebuah batu yang diduga dilemparkan oleh oknum polisi menghantam mata kirinya dengan keras,’’ sambungnya.

Seusai terkena lemparan batu itu, Andi segera dilarikan ke RS Hasan Sadikin untuk mendapat pertolongan pertama. Kondisi yang memburuk memaksa tim medis untuk merujuknya ke RS Mata Cicendo agar dapat menjalani operasi mata.

Hilang Kontak dengan Anak

Pedangdut senior Machica Mochtar menyatakan hilang kontak dengan putranya, Iqbal Ramadhan. Iqbal yang merupakan anggota LBH Jakarta dan Direktur Lokataru Delpedro Marhaen diduga ditangkap polisi di sela demonstrasi pada Kamis.

Ditemui awak media kemarin, Machica mengaku kali pertama mendengar kabar putranya dari saudara dan berita di media. ’’Sudah cari-cari, nggak ada yang kasih tahu Iqbal di mana. Cuma ada yang bilang, Iqbal kena, hidungnya patah. Jadi, kemungkinan dioperasi dulu kali, diobatin,’’ ungkapnya.

Machica belum tahu rumah sakit tempat Iqbal dirawat. Apalagi, ponsel anaknya tidak bisa dihubungi. Dia sempat ingin melapor ke kepolisian, namun dilarang keluarga. ’’Nanti ramai lagi. Saya masih lemas, masih minta tolong,’’ imbuhnya. (rup/fam/c18/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore