Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juli 2024 | 23.52 WIB

Merasa Dicatut, Ketum PBNU Minta Organisasi RAHIM Copot yang Berkaitan NU

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bersama para petinggi PBNU lainnya dalam Konferensi Pers di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024). - Image

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf bersama para petinggi PBNU lainnya dalam Konferensi Pers di Gedung PBNU, Kramat, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2024).

 
JawaPos.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya menyinggung organisasi bernama Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian (Rahim). Organisasi itu disebut-sebut terkait dengan lima pemuda NU yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog.
 
"Baru saja kami menerima informasi bahwa ada satu lembaga atau organisasi bernama Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian yang membuat website rahim.or.id," kata Gus Yahya dalam konferensi pers di kantor pusat PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (16/7).
 
"Di dalam website-nya ini dia mencantumkan bahwa seolah-oleh bagian dari jaringan organisasi ini adalah LBM NU bahkan mencantumkan logo LBM NU di dalam website-nya," sambungnya.
 
 
Gus Yahya menyatakan, pihaknya telah mengklarifikasi hal tersebut ke LBM NU. Namun tidak ada kerja sama dengan organisasi Rahim tersebut. Setelah dirunut lagi, ternyata terkait dengan LBM NU DKI yang berada di bawah PWNU DKI.
 
"Maka saya minta ketua PWNU DKI klarifikasi ini maksudnya apa. Dan kami minta organisasi bersangkutan (RAHIM) untuk men-take down ini," ungkap Gus Yahya.
 
Gus Yahya pun menyampaikan permintaan maaf atas pertemuan lima pemuda NU dengan Presiden Israel Isaac Herzog. 
Ia memastikan, tidak mandat dari badan ortonom (banom) yang ditekuni dari lima tokoh muda nahdliyin itu. Adapun, kelima tokoh muda NU itu yakni Sukron Makmun (PWNU Banten), Zainul Maarif (Unusia), Munawir Aziz (Sekum PP Pagar Nusa), Nurul Bahrul Ulum (PP Fatayat NU), dan Izza Annafisah Dania (PP Fatayat NU).
 
"Kami sudah mendapatkan konfirmasi dari lembaga-lembaga terkait di bawah PBNU ini bahwa lembaga-lembaga ini yang personelnya ada yang berangkat ke Israel, itu sama sekali tidak tahu menahu, tidak ada mandat kelembagaan, tidak ada pembicaraan kelembagaan. Sehingga yang dilakukan oleh anak-anak yang berangkat ke Israel tempo hari itu adalah tanggung jawab mereka pribadi dan tidak terkait dengan lembaga," tegas Gus Yahya.
 
Sebelumnya diberitakan, lima tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), melakukan kunjungan ke Israel pada pekan lalu. Mereka diketahui bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Menurut Foto yang beredar di media sosial X dan instagram, kelima tokoh muda itu terlihat berdiri di belakang presiden Israel.
 
Zainul Maarif juga sempat membagikan foto kunjungan tersebut melalui akun instagramnya @zenmaarif. Dalam keterangan fotonya, Zainul menuliskan, "Berbincang langsung dengan Presiden Israel."
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore