Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 April 2023 | 14.14 WIB

David Ozora Belum Ingat Penganiayaan yang Dilakukan Mario Dandy Kepadanya

Kondisi terkini Cristalino David Ozora. (Instagram) - Image

Kondisi terkini Cristalino David Ozora. (Instagram)

JawaPos.com - Keadaan Cristalino David Ozora tampaknya memang lebih baik dari waktu ke waktu. Ia terlihat mulai latihan berjalan kaki, komunikasinya mulai terbangun meski secara terbata.

Namun begitu, hingga saat ini David ternyata masih belum mengingat penyebab dirinya masih ada di rumah sakit. David disebut masih belum ingat kasus penganiayaan berencana yang dilakukan Mario Dandy Satriyo dan kawan-kawannya.

"Nggak, gak ingat (kejadian penganiayaan)," kata perwakilan keluarga David, Alto Luger saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (11/4).
 
 
Alto menegaskan bahwa David tak ingat sama sekali dengan kejadian penganiayaan brutal yang menimpanya. Hal itu bahkan sudah ditanyakan berulang kali hingga terakhir setelah kedatangan Inul Daratista dan suaminya ke ruangan tersebut.
 
"Sampai kemarin itu setelah kunjungannya Inul ya. Dan itu juga kan ada percakapan juga, ditanya setelah itu sama keluarga," jelasnya.
 
 
Pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan David memang seringkali ditanyakan kembali untuk menguji saraf-saraf miliknya sudah mengalami pertumbuhan atau belum. Pasalnya, ia mengatakan bahwa dalam berkomunikasi, David masih lebih banyak menjawab dengan tidak sinkron.
 
"Jadi misalnya soal dia tidak tahu dia ada di ICU itu karena apa. Kan kita mencoba mengajak dia untuk berdialog untuk tau dia ini sarafnya udah balik seperti yang dulu atau belum," tandas Alto.
 
 
Untuk diketahui, Cristalino David Ozora, korban penganiayaan brutal Mario Dandy Satriyo dinyatakan mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI). Hal itu disampaikan ayah David, Jonathan Latumahina.
 
Jonathan menjelaskan bahwa efek dari DAI ini adalah membuat pengidapnya akan mengalami penurunan kualitas hidup dan cacat permanen. DAI ini sendiri merupakan salah satu kerusakan pada saraf.
 
"Efek dari DAI adalah penurunan kualitas hidup dan cacat permanen," ujarnya dalam unggahan di Twitter resminya, Kamis (30/3).
 
 
Penyebabnya, ia mengatakan bahwa otak pengidap DAI mengalami trauma berat yang membuat otak mengalami pergeseran ekstrem. Hal itu membuat serabut-serabut saraf atau akson pecah. 
 
"David alami ini dan koma," kata pengurus GP Anshor itu.
 
Adapun tugas dari akson yang ada di dalam otak itu, ada jutaan jumlahnya yang seperti kabel. Tugasnya adalah untuk komunikasi antar-saraf.
Editor: Banu Adikara
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore