
Tersangka Mbah Slamet atau Slamet Tohari pelaku pembunuhan berantai di Banjarnegara dengan total korban 11 orang.
JawaPos.com - Pembunuh berantai Mbah Slamet alias Slamet Tohari si dukun pengganda uang memang sadis. Ia betul-betul tidak pandang bulu dalam memilih korbannya.
Hingga saat ini, polisi total sudah menerima 18 laporan terkait kasus pembunuhan berantai di Banjarnegara ini. Dari belasan laporan tersebut, terungkap bahwa korban Mbah Slamet kebanyakan adalah pasangan suami-istri, sampai ibu-anak, dikutip dari POJOK SATU.
Dari penyidikan, pasangan suami istri yang sudah terindentifikasi sebagai korban Mbah Slamet ada satu pasangan, yakni Irsad dan Wahyu Triningsih. Suami istri ini datang jauh-jauh dari Lampung untuk menggandakan uang ke Mbah Slamet, tanpa mengetahui bahwa nasib mereka akan berakhir nahas.
Irsad dan istrinya sendiri sudah dimakamkan di kampung halamannya di Pesawaran Lampung pada Sabtu (8/4) kemarin setelah identitas mereka teridentifikasi. Jenazah pasutri itu diberangkatkan dari RS Banjarnegara Jawa Tengah didampingi oleh anak korban bernama Alda pada Jumat (7/4).
“Jenazah korban tiba di Lampung pada Sabtu (8/4). Kemudian korban langsung dilakukan pemakaman pada pukul 08.00 WIB, di Dusun Simbaretno, Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung,” jelas Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.
Pasutri kedua yang jadi korban Mbah Slamet bernama Suheri dan Riani yang data ante mortem-nya diambil dari anak kandung mereka. Pasutri ini juga berasal dari Lampung.
Rani, anak dari pasangan Suheri dan Riani mendatangi posko pengaduan orang hilang di Polres Banjarnegara. Ia mengaku kedua orang tuanya sudah hilang kontak sejak dua tahun lalu.
“Hilangnya sudah dua tahun lalu,” ujar Rani saat mendatangi posko pengaduan orang hilang di Polres Banjarnegara, Jumat (7/4).
Usai melapor di posko pengaduan orang hilang, Rani pun menjalani tes DNA untuk mencocokkan dengan DNA sembilan korban yang hingga saat ini belum teridentifikasi.
Ia berharap segara bisa teridentifikasi sehingga jenazah kedua orang tuanya bisa segera dibawa pulang.
“Harapannya segara keluar hasilnya dan cocok. Sehingga bisa segera dibawa pulang,” harapnya.
Rani bercerita saat pamit, kedua orang tuanya tidak menyebut dengan jelas tujuan kepergian mereka ke Pulau Jawa. Pasutri ini hanya mengaku mau bekerja di tempat lain.
Polisi juga sudah mengambil sampel atas seorang ibu dan anaknya yaitu Theresia Dewi, 47 dan Okta Ali Abrianto, 31.
Keluarga yakin ibu-anak asal Magelang itu turut menjadi korban pembunuhan berantai Mbah Slamet. Keluarga mengungkap pesan terakhir Dewi yang berpamitan ke Banjarnegara untuk mengambil uang.
“November tanggal 21 atau 22, dia pamit sama menantu (istri Okta, Vina) dan anaknya yang kecil, Claudy. Pamit mau ke Banjarnegara,” kata kakak kandung Theresia, Yusuf Edi Gunawan, 64, ditemui wartawan di Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Magelang, Sabtu (8/4).

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
