Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 April 2023 | 16.33 WIB

Dokter Beberkan David Ozora Butuh Waktu hingga 1 Tahun untuk Bisa Berkomunikasi Normal Lagi

David Ozora butuh waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk bisa berkomunikasi secara normal. - Image

David Ozora butuh waktu 6 bulan sampai 1 tahun untuk bisa berkomunikasi secara normal.

JawaPos.com - Yonathan Wegiq Supranjono menyampaikan pesan dokter bahwa anaknya Cristalino David Ozora butuh waktu 6 bulan hingga 1 tahun untuk bisa berkomunikasi normal dua arah. Saat ini, David yang masih berada di ICU RS Mayapada, Kuningan, Jakarta, kondisinya belum stabil. Komunikasi dengan David masih satu arah.

Selain itu, David tak bisa kembali bersekolah sampai batas waktu yang belum ditentukan.

“Untuk komunikasinya juga masih satu arah, kita masih harus menebak-nebak. Asesmen dokter menyampaikan butuh 6 bulan sampai 1 tahun,” kata Yonathan di PN Jaksel, Senin (3/4), seperti dilansir Pojoksatu.id (Jawa Pos Group).

“Jadi memang benar, dia nggak akan bisa sekolah lagi, untuk sampai batas waktu yang belum kita tahu,” jelasn Yonathan.

Yonathan menambahkan kondisi David masih belum stabil. “Kemudian, juga terapi-terapi yang dilakukan saat ini sangat ketat sehingga David masih tetap di ICU. Karena kemarin Jumat dia sempat panas sampai 38,4 derajat celsius,” ujarnya.

Yonathan menambahkan ia kecewa atas penganiayaan yang dilakukan terhadap putranya tersebut. Sebab, ia mendapati kondisi sang anak yang tak seperti dulu lagi. “Kondisi terakhir, sampai saat ini sudah mengalami banyak terapi, sudah mengalami kemajuan, tetapi yang kuantitatif,” katanya.

“Artinya, dia bisa BAB, dia bisa pipis, secara otomatis seperti kita kalau kebelet. Dia bisa menelan, minum, dan lain-lain Tapi kesadaran kualitatifnya belum,” katanya lagi.

Dokter yang merawat David menyebut jika kondisi David sulit untuk kembali seperti semula. “Jadi, sekarang kalau saya sering posting di medsos itu menunjukkan hal-hal yang dia respons di awal. Dia senyum, menangis, itu adalah harapan-harapan kesadaran kualitatifnya pulih,” ujarnya.

“Walaupun kita tetap agak kecewa dengan tindakan ini karena dokter menyatakan bahwa ini tidak akan mampu kembali seperti semula,” ujar Yonathan.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore