Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Januari 2024 | 23.11 WIB

Ratusan Petugas Gabungan TNI Polri Turun Tangan Membantu Warga Terdampak Gempa Bumi Sumedang

Gempa Bumi melanda Sumedang dengan kekuatan Magnitudo 4,8. (US Geological Survey via Jawa Pos)

 
JawaPos.com - Petugas Gabungan dikerahkan untuk membantu menangani korban gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (31/12) malam.
 
Setidaknya ada sekitar 500 petugas gabungan dari kepolisian, TNI, Kantor Pencarian dan Pertolongan, dan instansi pemerintah terkait yang diturunkan untuk membantu penanganan gempa berkekuatan Magnitudo 4,8 tersebut.
 
"Kurang lebih 500 personel, gabungan dari TNI, Polri, dan dinas terkait (yang diturunkan)," kata Kepala Seksi Humas Kepolisian Resor Sumedang AKP Awang Munggardijaya, Senin (1/1) seperti dikutip dari Antara.
 
 
Ia menyampaikan bahwa aparat Polres Sumedang langsung turun ke lapangan untuk mengecek kondisi wilayah yang diguncang dan terdampak gempa.
 
Menurut Awang, beberapa kepolisian sektor melaporkan bahwa gempa bumi menyebabkan kerusakan rumah penduduk. Setidaknya ada 100 rumah yang rusak akibat gempa tersebut.
 
"Yang masuk ke kami baru ada tujuh kecamatan yang dilaporkan terdampak. Korban jiwa tidak ada, hanya kerusakan rumah yang jumlahnya masih terus didata di lapangan," kata Awang.
 
 
Ia menyampaikan bahwa kepolisian sudah menurunkan personel untuk membantu warga yang terdampak gempa.
 
Kepolisian bersama TNI dan instansi terkait juga membantu mendirikan tenda penampungan bagi pasien yang dievakuasi dari rumah sakit saat terjadi gempa.
 
"Ada pemasangan tenda bantuan dari BPBD, Yonif, Brimob, PMI, yang dibangun di sepanjang rumah sakit, cukup untuk menampung pasien yang dievakuasi dari rumah sakit," katanya.
 
 
Pihaknya juga membantu menangani pasien yang dirawat di luar gedung hingga rumah sakit dinyatakan aman dan bisa ditempati lagi oleh para pasien.
 
"Pengamanan itu memang lengkap, jadi semua fokus proses evakuasi, baik di rumah sakit maupun di sekitaran Kota Sumedang," kata Awang.
 
Ia menambahkan, anggota Bhayangkari Polres Sumedang juga turut membantu membagikan makanan kepada pasien maupun keluarga pasien.
 
 
"Semalam itu Bhayangkari langsung terjun ke lapangan membantu para pengungsi, terutama yang ada di rumah sakit umum daerah," katanya. 
 
Diberitakan sebelumnya, pada Minggu (31/12) pukul 20.34 WIB terjadi gempa bumi dengan magnitudo 4,8 yang pusatnya berada di darat pada kedalaman 5 km di sekira 2 km arah timur laut Kabupaten Sumedang.
 
Menurut BMKG, gempa tersebut juga dirasakan di sejumlah daerah seperti Lembang, Subang, Bandung, dan Garut.
 
 
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumedang memaparkan bahwa gempa tersebut menimbulkan kerusakan cukup parah di Tegalsari, Cipamengpeuk, dan Babakan Bukit.
 
Sedangkan dari laporan BPBD Provinsi Jawa Barat, gempa bumi berdampak pada 14 desa di wilayah Kabupaten Sumedang, dan mengakibatkan 84 rumah rusak ringan.

Editor: Nicolaus
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore