Jumat, 9 Juni 2023

Terdeteksi Covid-19, Peserta Akan Jalani Tes SKD di Ruang Terbuka

- Kamis, 26 Agustus 2021 | 04:33 WIB
Ilustrasi peserta mengikuti tes SKD CPNS tahun lalu. Humas Pemkot Surabaya/Antara
Ilustrasi peserta mengikuti tes SKD CPNS tahun lalu. Humas Pemkot Surabaya/Antara

JawaPos.com - Pemerintah akan melaksanakan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan PPPK non-guru pada 2 September 2021. Sejumlah persyaratan perlu dilampirkan untuk mengikuti seleksi tersebut.

Salah satunya adalah melakukan swab test RT PCR atau antigen sebagai syarat ikut serta dalam seleksi tersebut. Akan tetapi, bagaimana jika ketika sampai di lokasi tes, peserta terdeksi Covid-19?

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN), Suharmen menuturkan, mereka yang dikonfirmasi positif di lokasi akan melakukan tes di ruangan terbuka.

"Misalnya sudah rapid test atau PCR dan hasilnya negatif, tapi pas hari H dan sudah terlanjur datang itu hasilnya positif, mereka akan ditempatkan ke tempat ujian yang sudah disediakan di ruang terbuka, tidak ada AC karena sirkulasi udara harus terbuka luas," jelas dia dalam telekonferensi pers, Rabu (25/8).

Mengikuti ujian ditempat terbuka tentunya tidak nyaman dan bisa berdampak pada hasil tes nanti. Maka dari itu, peserta wajib untuk menjaga kondisi kesehatan diri mereka sebelum melaksanakan ujian.

"Itu ada ruangan terbuka untuk mereka ujian, mereka pasti tidak nyaman, mereka tinggal memilih apakah akan ujian dengan kondisi tidak nyaman atau nyaman. Tapi nanti kita akan koordinasikan untuk bekerjasama soal (penyediaan fasilitas tes) antigen," tutur dia.

Terkait dengan wajib double mask, ini harus dilakukan dan pihaknya akan menyediakan masker tambahan apabila ada peserta yang hanya memakai 1 lapis saja. Untuk masker N95 yang merupakan standar medis pun harus tetap menggunakan 2 lapis.

"Masker ini kan pada dasarnya untuk melindungi diri kita sendiri, rekomendasi WHO itu dengan varian delta sekarang ini tingkat penyebarannya kan cepat dan upaya kita menggunakan double mask untuk melindungi diri kita agar kita aman dan menyelematkan orang lain," ujar Suharmen.

"Apa masker N95 menjamin atau tidak, sekarang itu banyak palsunya, bisa dicap N95 tapi kualitasnya tidak, jadi kami mengimbau agar tetap pakai double mask, penggunaan masker ini untuk melindungi peserta yg bersangkutan, peserta lain dan petugas di lapangan, jadi tetap menggunakan double mask," pungkas dia.

Editor: Bintang Pradewo

Tags

Terkini

X