Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2023 | 13.44 WIB

Sambut Hari Guru Nasional, Mendikbudristek RI Sampaikan Pesan di Akhir Jabatan sebagai Menteri di Kabinet Jokowi

Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim (Instagram @nadiemmakarim)

JawaPos.com – Hari Guru Nasional diperingati masyarakat khususnya tenaga pendidik setiap tanggal 25 November. 

Hari Guru Nasional tahun ini, diketahui mengangkat tema ‘Bergerak Bersama Rayakan Merdeka Belajar.”

Setiap tahunnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) menyampaikan pidato yang dibacakan saat upacara peringatan Hari Guru.

Dalam pidato Hari Guru 2023, Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan beberapa hal terkait pencapaiannya selama menjadi menteri di Kabinet Indonesia Maju, di antaranya, pelaksanaan program Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka, terobosan Pendidikan Guru Penggerak, dan target 1 juta guru ASN dan P3K yang hampir tercapai.

Selain itu, Nadiem juga menyampaikan jika ini merupakan peringatan Hari Guru terakhirnya sebagai menteri di Kabinet Jokowi.

Ia bertekad menjadikan Hari Guru 2023 menjadi penanda kesatuan tekad dalam kemajuan sistim pendidikan Indonesia.

Berikut teks pidato Mendikbudristek pada Peringatan Hari Guru Nasional 2023:

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om swastiastu,
Namo buddhaya,
Salam kebajikan,
Rahayu.

Ibu dan Bapak guru di seluruh Indonesia yang senantiasa saya banggakan,

Tahun ini mungkin menjadi tahun terakhir saya merayakan Hari Guru Nasional sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal ini membuat saya merasa sedih, karena saya pasti akan rindu bertemu dengan Ibu dan Bapak semua. Tapi di balik itu, tersimpan rasa yakin dan optimis yang sangat kuat dalam benak saya.

Saya yakin bahwa Ibu dan Bapak guru sebagai nakhoda tidak mau membalikkan lagi arah dari kapal Merdeka Belajar. Saya optimis bahwa semua pendidik di seluruh Indonesia masih akan terus bergerak mewujudkan Merdeka Belajar. Keyakinan ini tumbuh dari hal-hal yang berhasil kita capai bersama dalam empat tahun terakhir.

Pada tahun pertama Merdeka Belajar, kita menghapus Ujian Nasional dan memberi kepercayaan kepada guru untuk menilai hasil belajar muridnya. Kita menerapkan Asesmen Nasional agar kita semua berfokus menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan menyenangkan. Lingkungan belajar yang menumbuhkan kemampuan literasi dan numerasi serta karakter murid.

Lalu di tahun berikutnya, kita meluncurkan Kurikulum Merdeka. Jika Asesmen Nasional mengukur tujuan perubahan, Kurikulum Merdeka memberikan petunjuk jalan mencapai tujuan itu. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid berkat pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pada pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore