Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Oktober 2015 | 19.59 WIB

Jokowi Undang Tiga Eks Tentara Pengangkat Jenazah Pahlawan Revolusi ke Istana

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10). - Image

Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (1/10).

JawaPos.Com  - Presiden Joko Widodo akan mengundang tiga prajurit yang mengangkat jenazah 6 jenderal TNI AD dan 1 perwira menengah korban peristiwa G 30S PKI dari sumur tua di Lubang Buaya. Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan hal itu usai mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya ,Jakarta Timur, Kamis (1/10).





“Tadi presiden mengundang tiga prajurit yang mengangkat jenazah Pahlawan Revolusi untuk bertemu di istana. Saya kira itu menjadi salah satu apresiasi presiden karena tinggal tiga yang hidup dari semua yang terlibat pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi itu,” ujar Luhut.



Namun, bekas pentolan Kopassus TNI AD itu tidak menyebut nama tiga eks tentara pengangkat jasad Pahlawan Revolusi yang diundang Jokowi. Sebagai seorang veteran, Luhut mengaku tersentuh dengan ide presiden itu.



“Saya sebagai tentara sangat tersentuh juga, presiden punya ide sampai meminta saya untuk mengatur ketiga prajurit marinir tadi, dan mungkin beberapa prajurit Kopassus yang masih hidup untuk bertemu dengan presiden di Istana,” imbuhnya.



Sementara terkait permintaan maaf pada anggota PKI, Luhut kembali menegaskan, tidak akan dilakukan pemerintah. Sebab, pemerintah hanya akan melakukan rekonsiliasi untuk penyelesaian masalah pelanggaran HAM masa lalu yang di dalamnya juga terdapat kasus 1965.



“Tidak ada pikiran untuk minta maaf. Kita menatap ke depan, jangan melihat ke belakang lagi,” tegasnya



Sebagaimana diketahui, 7 jenazah yang menjadi korban dalam peristiwa bersejarah itu yaitu Menteri Panglima Angkatan Darat Letjen Ahmad Yani, Deputi II Menpangad Mayjen R. Soeprapto, Deputi III Menpangad Mayjen MT. Harjono, Asisten I Menpangad Mayjen S. Parman, dan Deputi IV Menpangad Brigadir Jenderal DI Panjaitan.



Selain itu ada Oditur Jenderal/ Inspektur Kehakiman AD Brigardir Jenderal Soetojo Siswomihardjo dan Ajudan Menko Hankam/ KASAB Jenderal AH Nasution, Lettu Pierre Andreas Tendean.



Jenazah ketujuh Pahlawan Revolusi itu  diangkat dari lubang buaya pada 4 Oktober 1965 oleh tim yang dipimpin Komandan KIPAM KKO-AL Kapten Winanto. Prajurit yang mengangkat para jenazah di antaranya anggota RPKAD (sekarang Kopassus) Kopral Anang, Serma KKO Suparimin, Prako KKO Subekti, dan Kopral KKO Hartono.(flo/jpnn/JPG)



Editor: Ayatollah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore