Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Juli 2023 | 14.15 WIB

Berisiko Tinggi, Begini Bahaya Panas Ekstrem Bagi Tubuh Manusia

ILUSTRASI: Selain suhu panas yang ekstrem polusi udara dapat memperparah resiko kesehatan pada manusia. (Reuters) - Image

ILUSTRASI: Selain suhu panas yang ekstrem polusi udara dapat memperparah resiko kesehatan pada manusia. (Reuters)

JawaPos.com - Perubahan iklim saat ini mengintai dunia, suhu panas sangat tinggi di berbagai belahan dunia. Suhu panas di berbagai belahan dunia dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celcius, cuaca panas yang ekstrem sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Resiko kesehatan dapat menjadi lebih parah ketika suhu berubah menjadi sangat panas, dehidrasi hingga kematian dapat terjadi ketika suhu berubah menjadi sangat panas. Dilansir dari Reuters, resiko kesehatan yang dapat timbul akibat panas ekstrem.

Penyakit seperti sakit kepala, pusing, gemetar dan haus dapat menyerang kapan saja, gejala ini dianggap tidak serius apabila tubuh dapat kembali dingin dalam jangka waktu 30 menit.

Akan tetapi dapat menjadi lebih serius apabila suhu inti tubuh melebihi 40 derajat Celcius, keadaan ini sudah dianggap darurat secara medis dan dapat menyebabkan kerusakan organ hingga kematian. Gejala yang timbul akibat suhu tubuh yang terlalu tinggi diantaranya kejang, napas berubah menjadi lebih cepat, linglung, dan mual.

Gelombang panas ekstrem dapat beresiko tinggi bagi orang-orang yang rentan diantaranya, orang tua, bayi, tunawisma dan orang-orang yang bekerja di luar ruangan. Orang-orang dengan penyakit kardiovaskular, diabetes dan penyakit pernapasan memiliki resiko kesehatan lebih tinggi akibat panas ekstrem.  

"Gelombang panas adalah pembunuh diam-diam dan tak terlihat. Kita jarang melihat dampaknya terhadap kesehatan manusia sampai statistik kematian diterbitkan beberapa bulan kemudian," kata Profesor Liz Stephens, peneliti risiko dan ketahanan iklim di Britain’s University of  Reading.

Selain suhu panas yang ekstrem polusi udara dapat memperparah resiko kesehatan pada manusia. Untuk menangani hal tersebut para ahli menyarankan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Tak hanya itu memilih pakaian yang pas dapat menjaga suhu inti tubuh tetap dingin. Pemeriksaan kesehatan yang rutin sangat penting bagi orang-orang yang memiliki resiko tinggi.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore